Pj Gubernur Sulsel Lepas Kloter 1, Tenaga Ahli Menag Sampaikan Tiga Pesan 

Pj Gubernur Sulsel Lepas Kloter 1, Tenaga Ahli Menag Sampaikan Tiga Pesan 

Makassar, Upeks–Jemaah Haji Kelompok Terbang (Kloter) pertama Embarkasi Makassar dilepas Penjabat Gubernur Sulsel Dr Bahtiar Baharuddin di Asrama Haji Sudiang Makassar, Minggu (12/5/2024).

Pelepasan ditandai penyerahan bendera merah putih kepada ketua kloter Rizkayadi. Disaksikan Anggota Komisi VIII DPR RI H Syamsu Niang, Tenaga Ahli Kemenag Hasanuddin Ali Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H Muh Tonang yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar 1445 H/2024 M, serta sejumlah pihak terkait lainya.

Bacaan Lainnya

Semula jemaah kloter I yang diterbang Garuda Indonesia GIA 1101 dengan jumlah jemaah sebanyak 442 orang asal Kota Makassar didampingi 8 petugas kloter.

Tapi dalam masa karantina di Sudiang, seorang diantaranya batal berangkat hamil.

“Khaulah Syahidah Binti Raja, terpaksa ditunda keberangkatannya karena hamil. Ini sudah ada penggantinya,” ujar Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sulsel, H Ikbal Ismail.Pj Gubernur Sulsel Lepas Kloter 1, Tenaga Ahli Menag Sampaikan Tiga Pesan 

Satu orang lainnya ditunda keberangkatannya, karena usia vaksinnya belum memenuhi syarat untuk berangkat, atas nama Daeng Ngintang Abdul Rasyid. Sementara Untuk mengisi kekosongan, Haryati Sineng masuk dari kloter 6 UPG.

Dalam sambutan pelepasannya, Pj Gubernur mengajak jemaah haji untuk mendoakan Sulawesi Selatan agar terhindar dari bencana.

Pihaknya mengapresiasi pelayanan yang telah diberikan Kementerian Agama. Apalagi makan tiga kali sehari semalam.Kepada jemaah meminta untuk fokus ibadah.

“Jaga kesehatan, fokus ibadah, kalau waktunya makan, ini ibadah waktunya 41 hari,” ucap Gubernur.

Sementara Tenaga Ahli Kemenag RI, Hasanuddin Ali dalam kesempatan itu menyampaikan tiga pesan.

Pertama, jemaah diminta melurus niat. Selama 40 hari kedepan, agar tidak ada niat lain. “Tujuannya ibadah memenuhi panggilan Allah dan semata-mata berserah diri kepada Allah,” terangnya.

Kedua, ibadah haji tantangannya fisik, memerlukan energi sehingga harus menjaga fisik dan menjaga ibadah.

“Gelombang pertama masa tunggunya lebih lama. Jauh lebih besar tantangannya, selama menunggu puncak ibadah, persiapkan diri fisik dan mental,”imbuhnya.

Ketiga, sebagai jamaah haji yang datang membawa nama negara Indonesia, jadi duta negara yang baik bagi 240 juta rakyat belum haji.

“Citra dan persepsi, tentang jemaah baik terbit harus dijaga bersama,”ucapnya.

Kepada petugas, agar mendedikasikan diri melayani tamu Allah. “Layani seperti melayani keluarga sendiri. Jemaah jangan sungkan minta bantuan petugas,” tandasnya.

Sementara dalam Laporannya, Kakanwil Kemenag Sulsel Muh Tonang, menyampaikan jumlah kuota Sulsel sebanyak 7.272 dan mengalami tambahan menjadi 7.892 jemaah.

Penambahan itu berasal dari tambahan kuota 468, optimalisasi kuota 64 dan selisih mutasi sebanyak 80 jemaah.

Embarkasi Makassar memberangkatkan 16.343 jamaah dari delapan provinsi Sulsel, Sultra, Sulbar, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Khusus Gorontalo dan Maluku, tidak masuk asrama dan transit di Bandara Hasanuddin untuk diterbangkan ke Tanah Suci,” jelasnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI Syamsu Niang dalam kesempatan itu meminta jemaah agar banyak minum agar terhindar dari dehidrasi. Jamaah diminta menyiapkan fisik saat berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang menguras tenaga. (*)