MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wajo Andi Rosman dan Baso Rahmanuddin percaya diri mampu menumbangkan petahana Amran Mahmud dan Amran SE (Pammase) di Pilkada 2024 nanti.
Untuk itu, pasangan penantang dengan tagline Arrahman ini ingin membangun koalisi gemuk. Arrahman mengincar rekomendasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai NasDem, Partai Demokrat, Gerindra, PDIP, Golkar, dan Partai Hanura.
“Saat ini baru PPP sudah rekomendasi, tapi kami telah sepakat sesuai hasil pimpinan partai. Golkar dapat restu dari Taufan Pawe. Semalam Partai NasDem dapat restu, Gerindra Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) juga sudah ketemu. Demokrat kami juga dapat restu dari Ketua Ni’matullah,” jelas bakal calon Bupati Kabupaten Wajo Andi Rosman, Rabu (29/05/2024) dinihari di Red Corner.
Andi Rosman menjelaskan niatnya kembali membangun Wajo pada 29 Januari 2020. Dia mengaku 31 tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Masa pengabdian saya tersisa sembilan tahun sebagai ASN. Sembilan tahun ini lah saya mau mewakafkan diri pulang membangun Kabupaten Wajo,” katanya.
Andi Rosman mengaku terus melakukan sosialisasi untuk bisa mendapatkan dukungan partai. Termasuk meyakinkan bakal calon wakil agar mau berpasangan.
“Empat tahun saya pulang balik Maros-Wajo untuk sosialiasi dan dua bulan ini adalah yang terberat, khususnya dalam mendapatkan parpol yang mau mengusung dan termasuk penentuan wakil,” jelasnya.
Soal penentuan wakil, Andi Rosman mengaku terlebih dahulu mendengarkan petunjuk dan masukan pimpinan partai politik. Termasuk duduk berasama Baso Rahmanuddin.
“Inilah yang menjadi suatu spirit kepada saya. Saya ini dengan niat awal dalam dunia politik sementara kami bukan dari orang paprol. Ini tentunya tantangan besar,” katanya.
“Tapi dengan masukan saran dan harapan masyarakat serta pimpinan parpol, dan malam ini saya sudah sepakat dengan niat yang sama untuk berpasangan di Pilkada,” jelasnya.
Andi Rosman berharap kebersamaannya dengan Baso Rahmanuddin bisa menghadirkan pemerataan pembangunan di Kabupaten Wajo. Itu karena keduanya memiliki niat yang sama.
“Alasan kenapa sama Baso, tujuan dan niatnya saya tau persis. Beliau pamong yang betul-betul punya potensi karena niatnya ingin membangun Wajo. Visi dan misi yang dimiliki sehingga mempersatukan kami untuk ikut kontestasi,” jelasnya.
Andi Rosman pun berharap kontestasi Pilkada Kabupaten Wajo berjalan santai dan romantis. “Kami mau menang dengan romantis. Pilkada harus dibawa santai. Bagaimana menciptakan suatu program menuju perubahan Kabupaten Wajo. Ini juga lah yang menjadi alasan pimpinan parpol mendukung kami,” katanya.
Sementara itu, Baso Rahmanuddin juga menegaskan Pilkada Kabupaten Wajo harus dibikin santai dengan pertimbangan pimpinan partai politik membackup.
“Tentunya ada kesepakatan antara kandidat untuk bersepakat melawan incumbent dengan skema head to head,” ungkapnya.
Menurut Baso ada beberapa alasan memilih Andi Rosman berpasangan. Di antaranya pertimbangan matematis politis.
“Di antara semua kandidat yang bersosialisasi ada empat masuk empat besar. Ini lah yang aktif bersosialisasi sebagai bakal calon,” katanya.
“Dalam dinamikanya, saya melihat dan menerima masukan dari beberapa konsultan survei bahwa untuk melakukan porubahan di Wajo harus ada pergantian kepemimpinan. Kita harus mengalahkan incumbent. Analisis konsultan dan lembaga survei, semuanya mensyaratkan skemanya adalah head to ehad,” sambung Baso.
Jadi, lanjut Baso untuk mengalahkan incumbent memang harus head to head. Artinya penantang tidak boleh egois karena akan melapangkan kekuasaan oligarki.
“Sementara kita berpikir akan tercipta dengan adanya pasangan baru. Dari situ saya menganalisis bahwa yang punya kemampuan menghead to headkan ada di Andi Rosman,” katanya.
“Sehingga dari situ saya mengambil keputusan bahwa bersama Andi Rosman bisa terwujud head to head. Ternyata gayung bersambut, elite politik kita juga berkeinginan mengakhiri kepemimpinan Wajo. Head to head jalan terbaik ketika ingin perubahan,” jelasnya.
Pertimbangan kedua adalah psikologis. Dia merasa ada kecocokan. “Saya merasa nyaman karena dia santai. Selain tentunya ada hubungan kekeluargaan,” ungkapnya.
Pertimvangan ketiga adalah ideologis. “Saya berdua memiliki tujuan dan harapan tentang Wajo kedepan untuk lakukan perbaikan. Ada perubahan lebih baik,” kunci Baso Rahmanuddin yang juga Ketua Golkar Wajo. (*)

