Sepanjang Tahun 2023, Kejati Sulsel Selamatkan Keuangan Negara Rp22,771 Miliar

Sepanjang Tahun 2023, Kejati Sulsel Selamatkan Keuangan Negara Rp22,771 Miliar

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Upaya penyelamatan kerugian keuangan negara dari kasus tindak pidana korupsi di seluruh wilayah hukum Kejati Sulsel sebesar Rp22,771 miliar. Penyelamatan itu, periode Januari hingga Desember 2023.

Wakajati Sulsel, Zet Tadung Allo mengatakan, selain penyelamatan  ada juga pencegahan tindak pidana korupsi. Khususnya Bidang Pidsus, telah berhasil menyelamatkan keuangan perusahaan milik BUMN dari beban pembayaran fee atas gugatan PKPU Sementara sebesar Rp450 miliar.

Bacaan Lainnya
 

“Ini salah satu pencegahan sehingga berhasil menyelamatkan keuangan perusahaan BUMN, ” kata Wakajati didampingi para Asisten di Kejati Sulsel saat press conference akhir tahun 2023, Jumat (29/12/2023) sore.

Zet Tadung Allo menyampaikan bahwa Di Bidang Pidsus telah melakukan penyelidikan sebanyak 104 perkara. Pidsus Kejati sebanyak 8 perkara, Pidsus Kejari se-Sulsel sebanyak 83 perkara dan Cabjari se-Sulsel sebanyak 13 perkara.

Untuk penyidikan perkara Tipikor di seluruh wilayah hukum Kejati Sulsel, sebanyak 131 perkara. Diantaranya Kejati sebanyak 30 perkara, Kejari se-Sulsel  sebanyak 78 perkara dan Cabjari se-Sulsel sebanyak 13 perkara.

“Saya jamin kinerja tahun ini, peningkatannya cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya,” ucap mantan Kajari Belopa ini dihadapan sejumlah media.

Adapun Pra Penuntutan perkara Tipikor di seluruh wilayah hukum Kejati Sulsel sebanyak 123 perkara. Kejati sebanyak 38 perkara. Dengan rincian Kejati Sulsel 20 perkara, Tipikor pelimpahan dari Polda Sulsel 16 Perkara, Kanwil Pajak 1 perkara dan Bea Cukai 1 Perkara.

“Sedang untuk Kejaksaan Negeri se-Sulsel sebanyak 86 perkara dan Cabjari se-Sulsel sebanyak 4 perkara, ” beber Wakajati.

Selain itu, sudah ada penuntutan perkara Tindak Pidana Korupsi di seluruh wilayah hukum Kejati Sulsul sebanyak 200 perkara. Rinciannya Kejari se-Sulsel sebanyak 195 perkara dan Cabjari se-Sulsel sebanyak 5 perkara.

Sedang putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor di seluruh wilayah hukum Kejati Sulsel sebanyak 86 perkara. Kejaksaan Negeri se-Sulsel sebanyak 86 perkara dan Cabjari se-Sulsel sebanyak 1 perkara.

Adapun upaya Hukum perkara tindak pidana korupsi di seluruh wilayah hukum Kejati Sulsel  sebanyak 91 perkara. Sedang Banding sebanyak 20 perkara, Kasasi sebanyak 65 Perkara, dan Peninjauan Kembali (PK) sebanyak 6 perkara.

“Ada juga kasus mafia tanah sebanyak 8 perkara. Kejati 6 perkara dan Kejari 2 perkara. Adapun kasus mafia pupuk sebanyak 1 perkara, ” terang Zet Tadung Allo. (Jay)