Pertamina Gerak Cepat Tambah Stok 75 Ribu Tabung Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Makassar

Pertamina Gerak Cepat Tambah Stok 75 Ribu Tabung Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Makassar
MAKASSAR, UPEKS– Guna memenuhi permintaan yang kian meningkat, PT Pertamina  melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan penambahan stok LPG subsidi 3 Kg di Kota Makassar sebanyak 75 ribu tabung perhari.
Hal in dsampaikan Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Erwin Dwiyanto saat dikonfirmasi
di pangkalan SPBU Ratulangi, Selasa (10/10/2023).
“Dalam kondisi normal kami menyalurkan 100 ribu tabung perhari di Kota Makassar. Namun permintaan saat ini memang meningkat,” terang dia.
Untuk itu kata dia, pihaknya siapkan dan tambahan lagi 75 ribu tabung untuk memastikan semua stok di pangkalan tersedia.
Selain melakukan penambahan stok, PT Pertamina bersama Hiswana Migas dan pemerintah daerah juga memperketat penyaluran LPG subsidi ke masyarakat.
“Kami hanya imbau untuk beli secukupnya, kebutuhan rumah tangga itukan paling seminggu bisa dua kali. Kalau beberapa usaha kecil, tidak terlalu banyak. Ini kami imbau membeli berlebihan, harus memastikan penyaluran tepat sasaran,” ungkap Erwin.
Saat ini proses pembelian tabung melon dilakukan dengan pendataan di aplikasi MyPertamina. Setiap konsumen yang akan beli wajib menunjukkan kartu identitas berupa KTP. Pihak pangkalan atau agen akan melakukan pendataan.
Khusus untuk agen dan pangkalan yang jumlahnya 12 ribu unit di Makassar, Pertamina juga meminta agar penyaluran bisa tepat sasaran.
“Per Agen kita stok maksimal 560 tabung perhari. Ketersedian stok di pangkalan ada dengan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp18.500. Tidak perlu beli di tempat yang tidak resmi, silahkan hubungi 135 untuk cari tempat pembelian resmi,” harap Erwin.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar, Arlin Ariesta menambahkan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan PT Pertamina, Hiswana Migas, Agen dan Pangkalan untuk memastikan stok dan penyaluran LPG 3 Kg tepat sasaran.
“Kita berharap penyaluran dilakukan dengan baik, konsumen diminta membeli sesuai ketentuan, peruntukkannya untuk rumah tangga dan beberapa jenis usaha yang diatur oleh Kementerian ESDM,” sebutnya.
Berdasarkan pantauan dalam beberapa hari ini, stok LPG sudah memadai. Karena itu pihaknya meminta masyarakat tidak panik.
Diakuinya ada peningkatan permintaan tabung LPG 3 Kg sebanyak 30 persen. Penyebabnya kondisi perekonomian di Makassar mulai membaik pasca pandemi Covid-19.
“Ada peningkatan, di pelaku UMKM seperti gorengan memang naik penjualan dan omzetnya. Termasuk di daerah pertanian, mereka butuh gas untuk mesin pompa mereka,” kata Arlin.
Terkait pengawasan penyaluran, pemda akan berkoordinasi dengan penegak hukum untuk menindak pelaku usaha yang melanggar ketentuan penggunaan LPG 3 Kg.
“Kalau usaha loundry itu tidak termasuk pelaku yang diberikan LPG subsidi. Kita bahas dengan aparat hukum karena ini sudah masuk penyelewangan,” tegasnya.(Mimi)