Dampak Larangan Bukber untuk Pejabat dan ASN, Pendapatan Hotel Merosot

Dampak Larangan Bukber untuk Pejabat dan ASN, Pendapatan Hotel Merosot

Makassar,Upeks.co.id— Bulan ramadhan sudah sangat dipahami oleh pekerja hotel dan restoran bahwa akan anjlok tingkat hunian.

Kegiatan-kegiatan pertemuan nyaris tidak ada dan kunjungan ke rumah makan berkurang sehingga tidak heran jika tingkat hunian hanya running kisaran 20-25% saja.

Bacaan Lainnya
 

Kondisi bulan puasa hunian sepi sudah menjadi siklus tahunan dan tidak sesuatu yang mengagetkan lagi, akan tetapi yang sangat berbeda tahun ini bahwa buka puasa bersama (Bukber) yang menjadi target utama untuk mengisi kondisi yang dalam sepi serta membantu cash flow hotel dan restoran juga langsung sepi  pasca anjuran pemerintah yang melarang pejabat dan aparatur pemerintah untuk lakukan buka puasa bersama.

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, Minggu (26/3/2023) memberi penegasan kalau dengan alasan covid-19, rasanya kurang tepat karena jauh sebelumnya konser musik skala besar-besaran sudah terselenggara dengan baik, kegiatan kegiatan nasional sudah berjalan normal tanpa ada efek covid.

Menurut Anggiat, pemerintah tidak berpikir efek negatif terkait kebijakan larang melarang buka puasa karena akan memberi multi flier effek terhadap kelangsungan usaha hotel dan restoran penyumbang PAD terbaik di setiap daerah.

“Pemerintah tidak berpikir dampak usaha UKM pemasuk bahan makanan ke hotel dan restoran juga akan mengurangi potensi omzet mereka karena sepi orderan dan hotel dan restoran,” kata Anggiat.

Untuk itu, Anggiat berharap imbauan tersebut bisa segera dicabut agar pergerakan usaha bisa berjalan di tengah kondisi masih sepi karena buka puasa bersama sudah menjadi andalan untuk membantu cash flow hotel dan restoran. (rls)