ENREKANG,UPEKS.co.id— Massenrempulu Care salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Enrekang menggelar aksi unjuk rasa di dua titik yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Enrekang dan Kantor DPRD Enrekang, Senin (9/1/2023).
Maspul Care membawa aspirasi para pedagang Pasar Regional Sudu, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang yang hingga saat ini belum menempati bangunan baru dipasar yang dibangun Pemerintah Daerah melalui Pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN) anggaran 2021-2022.
Koordinator Lapangan LSM Maspul Care mengatakan kondisi pasar Sudu saat ini sangat kumuh dan semrawut disebabkan pembangunan kios-kios darurat diatas fasilitas umum seperti jalan raya.
“Kami sebagai perwakilan para pedagang pasar Regional Sudu meminta kepada Disperindag menertibkan kios-kios darurat tersebut dan mengembalikan fungsi jalan yang ada di sekeliling pasar. Kami minta sterilkan jalan-jalan itu dari lapak para pedagang dengan memasukkan para pedagang ketempat ya semula,” Ujar Korlap aksi Muchsin Rais.
Dia mengatakan Disperindag menjanjikan kepada pedagang untuk segera menempati pasar tersebut tiga bulan setelah di renovasi namun hingga saat ini, sudah setahun lebih, para pedagang tak kunjung menempati tempat mereka semula.
Kejenuhan para pedagang mulai muncul saat janji-janji Dinas terkait untuk segera memindahkan mereka ketempat semua tak ditepati.
Bahkan Muchsin Rais menegaskan akan memblokade atau menghentikan aktivitas pasar jika tuntutan mereka tak segera ditanggapi serius Dinas terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Hamsir menjelaskan Pemerintah hadir untuk menyiapkan fasilitas kepada pedagang agar ekonomi bisa berjalan dan berkembang dengan baik.
“Namun perlu kami sampaikan bahwa pembangunan pasar khususnya di Sudu kalau secara fisik pembangunan memang sudah tuntas. Tapi dalam proses mulai tender sampai pemeliharaan itu kami harus patuhi. Masa pemeliharaan itu jatuh pada tanggal 20 Januari 2023 atau selama 180 hari. Sehingga otomatis untuk pemanfaatannya setelah masa pemeliharaan selesai “. Ujar Kadis Perindag.
Hamsir menjelaskan, saat ini pasar Sudu masih dalam tanggungjawab tekanan, sehingga Pihaknya belum bisa menempatkan para pedagang ditempatnya semula.
Untuk itu dia meminta agar para pedagang bersabar hingga masa pemeliharaan itu berakhir. (Sry)

