Makassar, Upeks.co.id — Pengabdian masyarakat (abdimas) sebagai salah satu komponen Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan salah satu tugas utama dari para akademisi untuk sharing pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kepada masyarakat berdasarkan hasil pendidikan dan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Pada tanggal 30 Oktober 2022, di Desa Batetangnga Kecamatan Binuang Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat sebagai desa Binaan Universitas Muslim Indonesia berlangsung kegiatan abdimas oleh tim Dosen Lintas Fakultas (FKM dan Fakultas Agama Islam) Universitas Muslim Indonesia yang terdiri dari Suchi Avnalurini Sharief, S.Si.T., SKM., M.Keb, Dr. Sitti Patimah, SKM., M.Kes, dan Dr. H. Nukman, MA.
Kegiatan tersebut disambut hangat oleh pemerintah dan masyarakat desa dengan kehadiran sejumlah undangan (35 orang) yang tediri dari tokoh masyarakat, remaja putri, ibu hamil, ibu balita, kader posyandu dan bidan desa. Abdimas dilakukan dalam bentuk komunikasi, informasi, motivasi dan edukasi (KIME) menggunakan media visual dan media cetak (buku pencegahan stunting berbasis desa) tentang masalah malnutrisi khususnya stunting yang ditinjau secara ilmu kesehatan dan agama islam, serta skrining status gizi-kesehatan masyarakat khususnya kelompok berisiko untuk melahirkan generasi stunting.
Kepala Desa dan BPD dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini telah lama dinantikan oleh masyarakat dan pemerintah desa, karena Desa Batetangnga merupakan daerah dengan angka prevalensi stunting yang tinggi di Kabupaten Polman Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mendapatkan pengetahuan, pemahaman, serta minat yang tinggi untuk melakukan upaya pencegahan stunting di tingkat keluarganya sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting di desa Batetanga. Lebih lanjut kepala Desa menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tetap terlaksana secara sustainable karena masyarakat sangat membutuhkan ilmu dan keterampilan untuk mencegah anak dari stunting di level keluarga.(rls)

