Empat Terdakwa Terbukti Palsukan SKTLK SPKT Polda Sulsel

Empat Terdakwa Terbukti Palsukan SKTLK SPKT Polda Sulsel

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Empat terdakwa divonis bersalah oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, karena terbukti palsukan Surat Keterangan Tanda Laporan Kehilangan (SKTLK) yang dikeluarkan SPKT Polda Sulsel.

Keempat terdakwa itu masing-masing, mantan Lurah Sudiang Raya, Andi Wahyu Rasyid warga Jl Onta Baru, Mamajang. Muhammad Amir Jufri warga Jl Perintis Kemerdekaan 11, Tamalanrea.

Bacaan Lainnya

Kemudian, Ir Mustakim Datjing warga Griya Astra Blok, Manggala dan Ronald Mambela warga Taman Sudiang Indah, Kecamatan Biringkanaya. Sidang vonis atau putusan para terdakwa tersebut digelar Gedung Celebes Convention Center (CCC) Jl Metro Tanjung Bunga.

Terdakwa Ronald Mambela divonis penjara 2 tahun 6 tahun, Muhammad Amir Jupri divonis 3 tahun penjara, Ir Mustakim Datjing divonis 3 tahun dan Andi Wahyu Rasyid divonis 3 tahun 6 bulan penjara.

Usai pembacaan vonis oleh Ketua Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sulsel, Andi Syahrir mengaku tidak ajukan banding. Karena semua putusan terpenuhi.

“Kami tidak ajukan banding. Karena semua putusan hakim terpenuhi dengan tuntutan kami. Kecuali kalau kuasa hukum terdakwa banding, kami harus siap kasasinya, ” ucap Andi Syahrir.

Sebelumnya, terdakwa Muhammad Amir Jupri dan Andi Wahyu Rasyid dituntut dipidana 5 tahun penjara. Terdakwa Ronald dan Mustakim dituntut 3 tahun 6 bulan penjara.

Tuntutan JPU tersebut menyatakan berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi-saksi dan berdasarkan fakta-fakta persidangan, maka para terdakwa dinilai terbukti melakukan pemalsuan.

Akibat perbuatan terdakwa, dapat merugikan secara non materil institusi Polri khususnya Polda Sulsel. Selain itu, akibat perbuatannya dapat juga merugikan orang lain.

JPU menilai, para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dalam pasal 263 ayat 1 Junto 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Diketahui, para terdakwa duduk dikursi pesakitan berawal adanya pemalsuan SKTLK. Dimama Mustakim datang ke kantor SPKT Polda Sulsel untuk melaporkan kehilangan berupa SIM, KTP, ATM dan kartu BPJS dengan Surat Keterangan Tanda Laporan Kehilangan Nomor: SKTLK/431/IV/2021/SPKT, pada 30 April 2021.

Lalu petugas SPKT, membuatkan surat keterangan kehilangan sesuai yang disampaikan pelapor dan dari surat itulah lalu ditiru atau dipalsulkan oleh Mustakim berteman dengan muatan surat kehilangan yang lain yaitu dibuat seolah-olah kehilangan 36 akta jual beli. 

Dimana akta jual beli yang dipalsukan itu berlokasi di Kampung Manuruki, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. (Jay)