Implementasi PPK Ormawa UNM
Pangkep, Upeks.co.id — Balleangin, satu satu kelurahan berhawa sejuk di kaki Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pankajene dan Kepulauan. Dari Makassar, berjarak kurang lebih 50 km dengan jarak tempuh kira-kira 1.5 jam. Kawasan Balleangin berada dalam gugusan karst Maros-Pangkep, kawasan karst terluas di Indonesia dan nomor dua di dunia. Meskipun secara administratif berstatus kelurahan, tetapi suasana dan kehidupan warna lebih mirip di desa. Alam yang indah dan warga yang ramah-tamah.
Melalui program Program Peningkatan Kapasitas Ormawa Kemdikbudristek, sekelompok mahasisw UNM kini sedang melakukan pengabdian di Balleangin. Melalui sokongan dana yang diberikan kementerian dan dukungan berbagai pihak, anak-anak mudah ini merancang pojok-pojok literasi yang ditujukan kepada warga untuk berbagai lapisan. Lima tema untuk lima pojok baca: (1) literasi ceria untuk mengembangkan bakat sastra anak-anak kampung di bawah 12 tahun, (2) literasi gemilang untuk merancang masa depan remaja 12-18 tahun, (3) literasi produktif untuk pengembangan aktivitas lansia, (4) literasi inovatif untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga, dan (5) literasi artistic sarana ekspresi seni dan kewirausahaan berbagai kalangan. Seluruh aktivitas itu dirancang dalam satu program Balleangin Cerdas. Kabar baiknya, usaha itu sejalan dengan program pemerintah kabupaten untuk mewujudkan Pangkep Cerdas.
Pojok-pojok literasi itu telah berdiri. Berbagai stakeholders dilibatkan. Penerbit dan toko buku Gramedia menyumbang ratusan buku. Toko buku lainnya tidak ketinggalan. Warga kelurahan berpartisipasi dalam perancangan dan pendiriannya. Pemerintah kelurahan, kecamatan, dan kabupaten memberi dukungan penuh. Soft launching kegiatan beberapa pekan lalu, turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan, Sekretaris Dinas Pendidikan, Sekretaris Kecamatan, dan tentu saja pegawai kelurahan. Apresiasi atas kerja-kerja anak-anak ini pun diperoleh. Saya hadir di tengah acara dan merasakan semangat anak-anak muda ini dan dukungan dari berbagai pihak.
Satu yang menggembirakan: komunikasi anak-anak mahasiswa dalam meyakinkan pemerintah kelurahan untuk menjadikan program ini berkelanjutan. Ada komitmen dari kelurahan untuk melanjutkan kegiatan di tahun depan dan masuk sebagai program mereka. Dinas Perpustakaan memiliki rencana untuk menduplikasi di wilayah lain. Adapun anak-anak komitmen untuk memberikan pendampingan dan juga melanjutkan program.
Barangkali saja usaha anak-anak ini terbilang kecil. Namun yang menggebirakan tentu saja semangat dan motivasinya mengambil bagian secara langsung menyelesaikan satu bagian permasalahan masyarakat. Satu tindakan nyata lebih berarti dari seratus rencana-rencana yang tidak tereksekusi. Karena itu, saya angkat topi dan dan bangga bagi mereka. Maka benar apa yang dikatakan Bung Karno, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda,niscaya akan kuguncangkan dunia”.(rls)

