Polda Mulai Usut Empat Laporan Penipuan SLV Travel

Polda Mulai Usut Empat Laporan Penipuan SLV Travel

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel Polda Sulsel, mulai mengusut kasus dugaan penipuan yang dilakukan SLV Travel. Sudah empat laporan yang tengah diusut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta Putra Kusuma mengatakan, sementara ada empat laporan yang sudah masuk. Dari laporan itu, 10 orang yang terdiri dari para korban dan saksi telah diperiksa.

Bacaan Lainnya

Helmi menyebut, laporan yang diterima itu modusnya para korban ditawari dengan kegiatan penggunaan jasa travel milik Selvi Ahmad Firdaus (SLV Travel) dengan harga yang sangat murah untuk perjalanan ke Turki-Dubai hingga umroh.

“Sudah ada laporan disampaikan ke kita, sudah diterima dan sementara dikerja anggota. Sudah ada korban dan saksi yang diperiksa dan diminta keterangannya, lebih dari 10 orang,” sebut Helmi saat ditemui, Senin (26/9/22) sore.

Adapun agenda pemeriksaan untuk terlalpor Selvi jelas Helmi, nantinya baru akan dilakukan jika semua korban sudah dimintai keterangan. Hal itu lantaran diduga bukan empat atau sejumlah orang yang menjadi korban, kerugiannya ada puluhan hingga ratusan.

Adanya kasus itu, Mantan Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda NTB ini meminta kepada masyarakat yang merasa menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan SLV Travel agar segera melapor.

“Jadi kepada para korban yang belum melapor, segera datang melapor. Melengkapi alat bukti, surat, bukti transfer, atau mungkin kwitansi dari penyerahan langsung. Itu segera dilengkapi dan ke Polda, agar memudahkan proses pengusutan, “bebernya.

Selain itu Helmi juga mengajak masyarakat agar cerdas dalam melihat berbagai penawaran harga seperti yang ditawarkan perusahaan travel maupun sejenisnya. Ada banyak kasus sudah terjadi di Sulsel yang bisa menjadi pengalaman.

“Sulsel ini riwayatnya (kasus penipuan) terlalu panjang, kita pernah tahu ada cerita KSU, Abu Tour, yang kemudian menawarkan satu kegiatan perjalanan dengan biaya murah dan hasil maksimal,” ujarnya.

“Berulang kali kasus ini terjadi, tetapi masyarakat kita belum juga sadar. Nah, ini penyampaian kepada semua keluarga kita di Sulsel jangan pernah percaya dengan iming-imingan yang tidak masuk akal, ” sambungnya.

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 ini menerangkan, seperti halnya investasi yang menawarkan keuntungan berlebihan tetapi dengan modal yang sedikit. Kasus travel bodong juga banyak terjadi.

“Ini tipu-tipu, penawaran umroh atau perjalan wisata, dengan biaya kecil kemudian bisa sampai ke luar negeri, itu pasti penipuan. Kita harus mulai cerdas menerima informasi, sudah banyak cerita, sudah cukup kita ditipu-tipu sama mereka,” imbuhnya. (Jay)