MAJENE,UPEKS.co.id— Akses jalan menuju Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Sulawesi Barat ditutup dengan menggunkan bambu oleh ahli waris pemilik lahan. Penutupan dilakukan pada Minggu (21/8/2022).
Pantaun Upeks.co.id, jalan utama tersebut dipalang menggunakan 3 batang bambu sepanjang 8 meter yang dibentangkan di ujung jalan masuk utama STAIN Majene. Akibatnya, jalan yang sudah dirabat beton itu tidak bisa dilalui kendaraan baik sepeda motor maupun mobil.
Amirullah selaku perwakilan ahli waris dari almarhum Hudong mengaku kesal, lantaran lahan yang digunakan untuk pembangunan akses jalan menuju STAIN hingga saat ini belum dibayar oleh Pemkab Majene.
“Terpaksa kita tutup, karena sampai saat ini belum juga ada kejelasan dari pihak Pemkab Majene kapan mau dibayar. Padahal janjinya akan dibayarkan secepatnya,” kesal Amirullah, ditemui di lokasi, Senin (22/8/2022).
Ia juga mengatakan, sebelumnya jalan tersebut sudah pernah ditutup, namun dari pihak STAIN meminta agar pagar yang menututu akses menuju kampus STAIN dibuka sementara. Menurut Amirullah piahknya tidak akan membuka akses jalan jika belum ada kejelasan dari Pemkab Majene.
“Pada saat kami tutup ada permintaan dari pihak STAIN agar dibuka, karena akan ada tamu dari Pusat yang akan datang, terpaksa kami bukaselama dua bulan sesuai permintaan, karena sudah lewat masanya, jadi kami tutup kembali,” ungkapnya.
Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Majene, Kasman Kabil mengatakan bahwa.pihak Pemkab Majene sudah menyiapkan anggarannya pada APBD pokok tahun 2022 melalui Dinas Perkimtan.
“Kalau soal anggarannya kita sudah siap, hanya saja persoalannya pihak yang mana kita mau bayar, sebab lahan tersebut ada pihak lain yangmengklaim, kalau sudah jelah siapa pemilik yang syah dan ada bukti sertifikatnya ya kita bayar, karena jangan sampai kita bayarkan terus ada lagi yang mengkalaim kan repot,” ujar Kasman. (Ali)

