40 Persen Keberhasilan Program Bayi Tabung di Morula IVF Makassar

40 Persen Keberhasilan Program Bayi Tabung di Morula IVF Makassar

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Bayi tabung adalah step terakhir infertilitas atau penanganan kemandulan.In Vitro Fertilization (IVF) itu adalah fase terakhir dalam menjalani pengobatan dari awal.

“Jika mengalami kegagalan maka akan dilakukan bayi tabung. Morula IVF Makassar itu memang khusus untuk penanganan bayi tabung,” kata dokter Morula IVF Makassa, Prof Dr dr Nusratuddin Abdullah, SpOG (K)-FER, MARS, Minggu (28/8/22).

Bacaan Lainnya

Menurut dr Nusratuddin Abdullah, dihari ulang tahun Morula Makassar ke 5 ini, partisipasi masyarakat Indonesia Timur cukup besar dan membaut Morula IVF Makassar itu mempunyai level tertentu pada tingkat nasional.

“Tadi saya katakan, itu pada tahun 2019 kita menduduki posisi ke enam di Indonesia. Setelah Morula Jakarta, Surabaya, Yasmin Jakarta, Medan, Morula Surabaya, kemudian Morula Makassar, ” kata dr Nusratuddin Abdullah.

“Morula Makassar itu sekitar 450 pasien. Artinya setiap bulan itu ada sekitar 30 pasien yang melakukan program bayi tabung,” sambung dr Nusratuddin Abdullah disela-sela hari ulang tahun Morula IVF Makassar, kemarin.

Diakuinya, hal ini termasuk kemajuan diusia masih muda Morula IVF Makassar yang saat itu berusia 2 tahunan. Dengan partisipasi yang begitu besar dari masyarakat Indonesia Timur, maka Morula IVF Makassar memberikan kontribusi lagi kembali kemasyarakatan dengan memberikan Morula Care.

“Morula Care itu merupakan suatu pemberian dari Morula IVF Makassar untuk masyarakat yang belum mampu mengikuti proses bayi tabung dengan biaya begitu mahal,” sebutnya.

Sehingga dengan program ini lanjutnya, diharapkan bahwa apa yang diberikan akan menjawabkan kehamilan dan kehamilan itu nanti akan merebak kesemua orang yang juga menginginkan program bayi tabung.

“Angka keberhasilan bayi tabung itu, dilihat dari rata-rata sekitar 40 persen sesuai standar nasional. Morula Care Makassar yang diberikan kemasyarakat itu 40 persen, artinya setiap melakukan transfer sperma apa yang diharapkan 40 persen hamil dan 60 persen gagal. Tapi itu adalah angka yang tinggi dibandingkan kehamilan normal,” lanjutnya.

Dijelaskan, kehamilan normal itu hanya sekitar 25 persen bagi orang yang masih muda mempunyai sel telur yang bagus, salurannya bagus dan semua organnya bagus jika melakukan hubungan dimasa subur. Orang normal ini akan mengalami kehamilan hanya sekitar 25 persen.

“Bayi tabung memberikan dua kalinya dengan tingkat keberhasilan 40 sampai 50 persen. Itu adalah capaian tertinggi kehamilan,” tutupnya. (Jay)