BANTAENG,UPEKS.co.id— Berkisar pukul 04.56 Wita, rombongan Dandim 1410/Bantaeng Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sos., tiba di Masjid Nurul Jama’ah Dusun Teko II Desa Mampilawing Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng, dalam rangka melaksanakan safari Subuh sekaligus silaturahmi dengan warga, Senin (25/7).
Hadir dalam kegiatan safari subuh
Danramil 1410-02 Lettu Inf Indar Jaya, Danunit Intel Letda Inf Harpil,
Kepala Desa Mappilawing Muh. Asri S.Sos., Babinsa Ramil 1410-02 Serda Ahmad, Kepala Dusun Teko Akbar Sese, H.cambo (Tokoh Masyarakat), H. Abdul Azis (Tokoh agama), H. Upa (Iman Masjid) serta jama’ah yang hadir berkisar 20 orang.
“Ucapan terimakasih kepada Jamaah Masjid Nurul Jama’ah yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bersilaturahmi, Kehadiran kami disini bersama rombongan tidak lain adalah ingin silaturahmi karena kami menyakini ada dua kebaikan didalam yakni menambah rezky dan dapat memanjangkan umur,” ucap Letkol Awan.
“Kematian kita tau bahwa kita nanti akan semuanya mati, tapi kita tidak tau kapan kita mati dimana kita akan mati bagaimana cara malaikat maut mencabut nyawa kita semua sudah banyak melihat mendengar berita-berita kematian ada meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan ada tidak khusnul khotimah,” tuturnya.
“Kami mengajak kepada jamaah untuk lebih mengenal lebih jauh terhadap Rasulullah Muhammad SAW, Apabila kita mencintai sesuatu di dunia ini maka sama dengan cinta kita terhadap Rasulullah Muhammad SAW, semakin kita cinta dengan Rasulullah maka semakin mengenal kelebihan Rasulullah Muhammad SAW,” sambungnya.
Dalam suatu kisah dan ceritakan akhlak mulia Rasulullah SAW saat terjadi perang uhut Nabi Muhammad SAW terluka sampai topi bajanya tembus yang jelas Nabi Muhammad SAW terluka wajahnya berdarah sampai beliau mencegah darahnya agar tidak menetes ketanah”.
Dalam suatu kisah Ketika Rasulullah Muhammad SAW, berdakwah di kaum Thoif Rasulullah Muhammad SAW di lempari tanah, batu dan bahkan kotoran unta, seketika itu malaikat penjaga gunung ingin membalas atas perbuatannya maka saat itu
Para malaikat penjaga gunung yang mengiringi Jibril lantas menyahut, Wahai Muhammad Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu itu (penduduk Thoif) kepadamu.
Aku adalah malaikat penjaga gunung dan Rabbmu telah mengutusku kepadamu, untuk engkau perintahkan sesukamu, Jika engkau suka, aku bisa membalikkan dan menjatuhkan Gunung Akhsyabin ini ke atas mereka.
Apa jawaban Rasulullah SAW Dalam kondisi yang amat memilukan itu, Nabi Muhammad SAW dengan lembut berkata kepada mereka, Walaupun mereka menolak ajaran Islam, aku berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya, dan Nabi Muhammad SAW mendoakan kaum Thoif, Ya Allah berikanlah petunjuk kepada kaumku, Sesungguhnya mereka tidak mengetahui”.
Akhlak Rasulullah Muhammad SAW yang sangat luar biasa, di kala menyuapi seorang nenek buta Yahudi yang selalu menghina dan menjelek-jelekan Baginda Rasulullah Muhammad SAW, Rasulullah Muhammad SAW setiap hari menyuapinya si nenek tersebut.
Suatu ketika Baginda Rasulullah Muhammad SAW sudah wafat maka sahabat Rasulullah Sayyidina Abu Bakar ingin meneruskan kegiatan Rasulullah SAW Ketika Sayyidina Abu Bakar menyuapi sang nenek Yahudi tersebut sang nenek tersebut merasakan kasar sehingga marah kepada sayyidina Abu Bakar, Sang nenek mengatakan kamu kasar orang yang selalu menyuapiku selama ini sangat halus.
Saat itu Sayyidina Abu Bakar menangis dan menceritakan kepada sang nenek Yahudi bahwa yang menyuapi selama ini Sudah wafat yakni Rasulullah Muhammad SAW, Saat itu sang nenek masuk Islam lantaran akhlak Rasulullah Muhammad SAW.
Diakhir safari subuh Dandim 1410/Bantaeng menyambangi warga Dusun Teko atas nama Isya umur 65 tahun, sekaligus memberikan bantuan sembako berupa beras.
Salahsatu warga sempat menyampaikan “ucapan terimakasih atas kedatangan Bapak Dandim beserta Rombongan dikampung Kami dan merupakan suatu kebanggaan kami dan warga kampung atas arahan dan ajakan kebaikan Bapak Dandim” ucap Akbar Sese.
“Kebahagiaan sejati akan kita rasakan manakala kita berbagi kebaikan kepada sesama,” tutupnya. (Irwan Patra)

