Hadir Dengan Sistem Berbeda, Tahfizh Anak Usia Dini Makin Diminati

Hadir Dengan Sistem Berbeda, Tahfizh Anak Usia Dini Makin Diminati

ENREKANG,UPEKS.co.id— Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) Sahabat Qur’,an (SaQu) terus mendapat sambutan di tengah masyarakat.

Saat ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Enrekang, telah membina sebanyak 6 unit lembaga TAUD yang tersebar di 5 kecamatan. Masing-masing 2 unit di Enrekang, 1 di Buntu Batu, Malua, Maiwa dan Anggiraja.

Bacaan Lainnya

TAUD SaQu Khaera Ummah yang berlokasi di Tangru Kecamatan Malua juga cukup pesat perkembangannya, walau berada di pedalaman tapi sejak dibuka dua tahun lalu, kini peminat tidak pernah sepi. Bahkan, sudah diadakan penamatan pada hari Rabu, (22/6/2022) di Tangru dengan 7 santri yang telah dinyatakan tamat.

“Alhamdulillah respon masyarakat sangat positif, saat ini kami menamatkan 7 santri dan yang tersisa masih ada 10 santri, bahkan tahun ini sudah ada 8 anak yang mendaftar,” ujar Ustadzah Nikmah.

Saat ini kami masih kewalahan, karena baru saya sendiri yang mengajar dibantu sama orang tua, semoga segera ada ustadzah yang bisa membantu mengajar disini.

Sementara itu, Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir menyampaikan bahwa memang guru yang mengajar di TAUD tidak sembarang, karena harus ikut diklat Pendidikan Guru TAUD di Islamic Center Wadi Mubarak, Megamendung Bogor.

“Syaratnya juga banyak, salah satunya harus hafal dengan baik minimal 1 juz Al-Qur’an. Ada pun biaya diklat dan honor pengajar TAUD selama ini sebagian ditanggung oleh Baznas Enrekang,” papar Dosen UNIMEN ini.

Pola pendidikan di TAUD memang beda dibandingkan dengan pendidikan anak usia dini serupa. Sebab anak-anak sejak dini didekatkan dengan Al-Qur’an, diajari menghafal surah-surah pendek, hadis-hadis Nabi, doa-doa harian, adab-adab, hingga berbagai macam keterampilan untuk melatih motoriknya.

“Intinya anak-anak senang dan bahagia, sehingga tidak mau kalau ada libur, maunya tiap hari masuk kelas, itu karena saking senangnya belajar. Makanya wajar kalau ibu-ibu suka anaknya diajari di TAUD,” tutup Ilham Kadir. (Sry)