GPEI Sulselbar Tekankan Perang Rusia-Ukraina Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Ekspor Sulsel

GPEI Sulselbar Tekankan Perang Rusia-Ukraina Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Ekspor Sulsel

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulselbar Arief R Pabettingi menyebutkan perang antara Rusia dengan Ukraina yang belum berakhir hingga sekarang tidak berdampak signifikan terhadap ekspor di Sulawesi Selatan dan Barat.

Dampak tersebut tidak secara signifikan, lantaran kegiatan kegiatan ekspor ke Rusia tidak terlalu besar bahkan ekspor ke Ukraina zero atau nihil.

Bacaan Lainnya

“Kalau ke Rusia selama ini hanya jenis 7 komoditi ekspor, yaitu telur ikan terbang, ikan segar beku, briket, pala, cengkeh, gurita dan lainnya, dan volumenya tidak besar, sehingga perseteruan antara Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung hingga sekarang tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas ekspor di Sulsel,” ungkap Arief, Jumat (3/6/2022).

Walaupun demikian, sambung Arief menjadi kesempatan para pelaku eksportir untuk mencari pangsa pasar baru di luar dari kedua negara tersebut, utamanya di Eropa seperti Amerika Serikat. 

“Ada banyak negara yang bisa menjadi pangsa baru, di luar dari kedua negara Rusia dan Ukraina, jika dihitung di Eropa itu ada 47 negara yang bisa menjadi peluang pasar baru seperti Amerika dan lainnya,” ujar Arif.

Arif mengaku selama ini aktivitas ekspor di Sulsel yang menjadi sasaran terbesar adalah China, karena negara ini memiliki penduduk terbesar di dunia sehingga kebutuhan negara besar. 

“Selain itu, Malaysia, Vietnam dan beberapa negara lainnya, namun secara jumlah besar yang tujuan ekspor Sulsel selama ini adalah Cina, karena negara ini memiliki penduduk terbesar di dunia, sehingga hal ini juga menjadi alasan perang Rusia dan Ukraina tidak berdampak signifikan,” tandas Arif.

Terkait aktivitas ekspor saat ini, menurut Arif sudah menggeliat. Ia mengatakan aktivitas tersebut akan berlangsung hingga Desember 2022.

“Kegiatan ekspor mulai bergerak awal Maret, dan kegiatan ini akan terus meningkat hingga Desember 2022 mendatang, fenomena terjadi setiap tahun dengan waktu yang sama,” tukas Arif. 

Senada dengan data yang telah rilis Badan Pusat Statistik (BPS) melalui laman resminya. Hingga April 2022 nilai ekspor mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan Maret 2022.

Peningkatan tersebut mencapai 33,47% atau mencapai US$197,05 juta dengan lima negara tujuan ekspor terbesar pada April yakni Jepang, Tiongkok, Bangladesh, Taiwan, dah Australia.

Sementara komoditi tersebut ekspor, juga terdapat lima yaitu nikel, biji-bijian berminyak, besi, baja, garam, belerang, dan kapur, lak, getah, dan damar.

Berbanding terbalik dengan aktivitas impor di Sulsel. BPS Sulsel mencatat ada penurunan secara (mtm) antara Maret dan April 2022 yaitu 16,74%. (aca)