Tanggapi Rumor Tiyng, KPPU Pantau Langsung Distributor Minyak Goreng

Tanggapi Rumor Tiyng, KPPU Pantau Langsung Distributor Minyak Goreng

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Menanggapi rumor yang didapatkan dari pedagang pasar tradisional di Wilayah Kota Makassar terkait dalam pembelian minyak goreng memiliki persyaratan atau praktik tying yaitu produk yang digabungkan atau dipaketkan dari satu produk.

Kantor Wilayah (Kanwil) VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) lakukan pemantauan langsung pada salah satu distributor minyak goreng di Jalan Ir. Sutami Jumat (4/3/2022).

Bacaan Lainnya

Kepala KPPU Kanwil VI Hilman Pujana menegaskan hingga saat ini dirinya belum mendapatkan distributor yang melakukan praktik tying. 

“Pemantauan ini kami lakukan, lantaran kami mendapatkan informasi dari pedagang di beberapa pasar tradisional, mereka bisa mendapat minyak goreng dengan syarat ada barang lain yang harus diambil,” kata Hilman. 

Meskipun belum mendapatkan adanya penjualan minyak goreng dalam bentuk paket. Menurut Hilman dirinya bersama dengan pihaknya akan melakukan tindakan preventif kepada seluruh distributor minyak goreng salah satunya PT. BIMA yang merupakan distributor minyak goreng yang menjadi sasaran pemantauan.

“Tindakan preventif yang kami lakukan yakni kegiatan advokasi terlebih dahulu termasuk PT BIMA maupun pelaku usaha lainnya termasuk ritel untuk tidak melakukan praktek tying. Terlebih pada situasi seperti saat ini,” tandas Hilman.

Menurut Hilman, pada situasi saat ini seluruh pihak diminta untuk tidak mengambil kesempatan, utamanya ikut mempraktekkan minyak goreng.Namun jika hal tersebut berlanjut, KPPU pastikan akan masukkan kearah penegakan hukum. 

Dalam hal ini KPPU, sambung Hilman tidak bermaksud untuk mematikan pelaku usaha, tetapi tujuannya ingin menyadarkan bahwa perilaku tying seperti ini dilarang oleh regulasi dan tentunya akan memberatkan masyarakat. “KPPU adalah lembaga pengawas, yang kami lihat tentunya adalah kelancaran distribusi barang dari hulu sampai hilir,” kata Hilman.

Sementara Kepala Distributor PT Bukit Inti Makmur Abadi (BIMA) Ridwa, mengatakan bahwa tidak ada sistem paketan dengan barang lainnya dan tidak pernah mempersyaratkan itu ke toko. 

“Untuk harga minyak goreng kami mengikuti harga HET adalah Rp 14.000,-/liter dan untuk ukuran 2 liter pun menyesuaikan yakni Rp 28.000,” tukasnya.

Kepala Bidang Promosi Perdagangan Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel Aldiana menuturkan, pihak Dinas Perdagangan (Sulsel) telah melakukan rapat koordinasi beberapa kali dengan mengundang para distributor.

Ia menyatakan dari hasil rapat koordinasi dan pantauan lapangan masih ditemukan beberapa toko/pengecer yang menjual diatas harga HET, walaupun sebenarnya dari distributor telah menjual sesuai harga HET. 

“Pada sisi lainnya data pasokan dari produsen terkait stock minyak goreng kemasan maupun curah di Sulsel sudah lebih jika dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat. Kedepannya kami akan melakukan penelusuran lebih lanjut,” tuturnya. (Rasak)