Tanda Tangan Bersama, MAN 1 Makassar Siap Laksanakan SRA

Tanda Tangan Bersama, MAN 1 Makassar Siap Laksanakan SRA

MAKASSAR, Upeks.co.id–Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Makassar melakukan penandatanganan Madrasah Ramah Anak (MRA), sebagai kesiapan penerapan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) di madrasah yang memiliki 1.248 siswa dan 104 tenaga pendidik.

Kepala MAN 1 Kota Makassar Dr. Luqman HD, S.Ag, MM mengatakan, madrasah yang dipimpinnya siap menerapkan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA). Bahkan, dalan waktu dekat akan melakukan bimbingan teknik terkait SRA.

Bacaan Lainnya

Penerapan SRA ini sesuai dengan edaran Kemenag melalui Dirjen Pendis tentang Penerapan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) Pada Madrasah melalui surat bernomor B-86/ DJ.I /PPO3/ O1 TAHUN 2022 Tentang Penerapan Satuan Pendidikan Ramah Anak Pada Madrasah yang ditanda tangai Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdani, S. TP, MT.

” Terkait ramah anak kami sudah melaksanakannya sejak 2017. Makanya ada spanduk tertulis Madrasah Ramah Anak (MRA), saat kepimpinan Pak Ramli. Beliau sudah mencanangkannya sebelum saya hadir di sini,” ujarnya, Senin 7 Februari 2022.

Dirinya berharap, Kasi Kelembagaan dan Kerjasama Kemenag RI, Dr. Zulkifli, S.Ag., M.Si., memberikan motivasi dan masukan untuk mewujudkan Satuan Pendidikan Ramah Anak di madrasah

Disebutkan, sejak 2018 ada madrasah ramah anak (MRA). Sekarang nomeklatur sudah berubah, oleh karena itu perlu disosialisasikan kembali. Kalau SRA itu sekolah ramah anak. Sekarang dengan kesepakatan 16 kementerian, SRA sudah berganti menjadi satuan pendidikan ramah anak. Di dalamnya sudah ada sekolah, madrasah, pondok pesantren dan satuan pendidikan yang lain.

Zulkifli berdasarkan nomeklatur menjadi Analis Kebijakan Ahli Muda Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat KSKk Madrasah Ditjen Pendidikan Kemenag RI, mengungkapkan, untuk mewujudkan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) harus memenuhi syarat 3M (Mau, Mampu, Maju).

Mau maksudnya memiliki indikator SK SRA, SKB Tim SRA, deklarasi, dan papan nama SRA. Kemudian, mampu yakni proses pemenuhan 6 komponen. Mulai pelatihan, pendampingan, bimtek. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan SRA, mendapat fasilitas pemda. Maju dimaksudkan memenuhi 6 komponen SRA, standardisasi SRA, papan nama menuju SRA tersandardidasi, dapat mengimbaskan.

Penerapan SRA pada madrasah, kata Zulkifli, harus melibatkan orang tua sebagai pihak ketiga SRA dalam memenuhi enam komponen SRA. Semua orang dewasa di madrasah adalah orang tua pengganti sehingga harus memberikan pengasuhan dan lingkungan yang layak bagi anak.

Diakhir acara yang berlangsung sejam tersebut, dilakukan penandatanganan spanduk dan deklarasi madrasah ramah anak. Enam poin deklarasi yang dibacakan kepala madrasah diikuti tenaga pendidikan.

Diantaranya poin adalah mewujudkan madrasah yang aman, bersih, sehat, hijau, rindang, dan nyaman bagi tumbuh kembang peserta didik.
Menghargai hak-hak anak, menjadi motivator dan fasilitator serta menjadi sahabat bagi peserta didik.

Dalam kesempatan itu Zulkifli menerima buku Profil dan Memoriam MAN 1 Kota Makassar dari Kepala Madrasah. Buku yang ditulis Dr. Nurdin, salah satu guru di madrasah tersebut, diantaranya berisi profil madrasah saat awal pendirian, data tenaga pendidik, sarana dan prasarana madrasah,  serta sejumlah publikasi kegiatan MAN 1 Kota Makassar. (rls)