Kerjasama Lembaga Internasional, Madrasah Harus Tunjukkan Hegemoni di Dunia Pendidikan

Kerjasama Lembaga Internasional, Madrasah Harus Tunjukkan Hegemoni di Dunia Pendidikan

JAKARTA, Upeks.co.id–Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK)  Madrasah Moh Isom, mengungkapkan keinginannya madrasah di Indonesia dikenal oleh dunia internasional.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut mewujudkan madrasah sebagai sebuah hegemoni (dominasi, red) serta ikon dunia Pendidikan di Indonesia yang nantinya akan mendunia, saatnya madrasah mampu menunjukkan prestasi di kancah nasional dan internasional.

Bacaan Lainnya

” Madrasah yang sudah memiliki kerjasama dengan lembaga international meskipun masih ada sedikit kendala-kendala klasik yang dihadapi contohnya keterbatasan anggaran dan juga regulasi,” urainya saat memberikan arahan pada rapat Direktorat KSKK Madrasah melalui Subdit Kelembagaan Dan Kerjasama melaksanakan rapat koordinasi daring dengan Madrasah yang memiliki program kerjasama dengan lembaga international, Rabu 02 Februari 2022.

Dalam arahannya, dia mengimbau ada kejelasan output dan outcome dari sebuah kerjasama antara madrasah dan lembaga, serta fokus dalam bidang keahlian yang ingin dijadikan target pencapaian. Hal tersebut sangat penting dilakukan demi kemajuan madrasah saat ini dan di masa depan, ” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktorat KSKK Madrasah melalui Subdit Kelembagaan Dan Kerjasama melaksanakan rapat koordinasi daring dengan Madrasah yang memiliki program kerjasama dengan lembaga internasional.

Adapun partisipan dalam rapat tersebut yaitu MAN IC Gorontalo, MAN Kota Palangkaraya, MAN 2 Makassar, MAN 2 Kota Malang dan peserta madrasah negeri dari provinsi lain.

Sementara Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Aceng Abdul Aziz didampingi oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Kelembagaan Zulkifli hadir dan memandu dalam rapat virtual tersebut.
Aceng mengawali agenda rapat tersebut dengan menjelaskan Roadmap atau peta jalan kerjasama Subdit Kelembagaan yang sudah dilaksanakan saat ini dan prospek pelaksanaan program di tahun-tahun berikutnya proyeksi hingga 2024.

Dalam paparannya Aceng menegaskan akan terus meningkatkan kualitas, inovasi dan pelayanan lembaga madrasah di bidang kerjasama dengan lembaga lintas kementerian, lintas negara maupun lembaga luar negeri.
“Mengajak para peserta yang mayoritas kepala madrasah tersebut untuk selalu aktif dalam berinovasi dan meningkatkan mutu sekolah madrasah meskipun terkadang ada kendala yang harus diatasi, ” harap Aceng.

Ditengah jalannya rapat, Yoga dari MAN 2 Kota Malang memaparkan program Building International Connections, dimana program tersebut salah satunya yaitu pengalaman mereka dalam gelaran IGSN (Islamic Global School Network) di negara Malaysia, kegiatan tersebut berupa jambore, lomba ilmu pengetahuan dan kesenian.

Mereka menjelaskan tentang ketertarikan Mahasiswa Jepang dari lembaga International Institue of Multicultural Studies Japan yang pernah hadir di kota malang untuk berdiskusi dengan siswa MAN tentang budaya, sastra dan pengembangan tekhnologi.
Menanggapi penjelasan dari MAN 2 Kota Malang, para peserta dari provinsi lain juga memaparkan program dan persiapan yang telah mereka lakukan untuk membantu mengarahkan peserta didik mereka.

Ada peserta didik yang berminat melanjutkan studi ke Timur Tengah untuk memperdalam Science, ada pula MAN yang berusaha untuk memperkuat kapabilitas peserta didik mereka dalam hal Sastra Inggris dan Sastra Jepang.(rls)