Haidar Madjid Gelar Konsultasi Publik Transformasi Penyelenggaraan Perpustakaan

  • Whatsapp
Haidar Madjid Gelar Konsultasi Publik Transformasi Penyelenggaraan Perpustakaan

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Keberadaan perpustakaan ternyata belum memperoleh tempat dan arti dalam hidup keseharian masyarakat. Minat baca masyarakat sejauh ini masih rendah dibanding negara maju lainnya.

Hal itu terungkap dalam Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulsel tentang Transformasi Penyelenggaraan Perpustakaan yang digelar Anggota DPRD Sulsel Haidar Madjid di Hotel Grand Town Pengayoman, Kompleks Pasar Segar, Jalan Pengayoman, Senin (27/12/2021) kemarin.

Bacaan Lainnya

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Mohammad Hasan, Kasubag Penyusunan Produk Hukum Peraturan Daerah dan Dokumentasi Biro Hukum Setda Prov Sulsel Andi Al Fatah, sejumlah tim perumus peraturan daerah, serta unsur pustakawan kampus, unsur pustakawan Sekolah Menengah Atas, dan tokoh masyarakat.

Berdasarkan hasil survei NOP-Word Culture Index Score, nilai tingkat kegemaran membaca Indonesia di tahun 2020 berada di urutan 17 dari 30 negara di dunia. Masuk dalam kategori sedang.
Sementara khusus Sulsel, hasil survei Perpustakaan Nasional RI menunjukkan nilai tingkat kegemaran membaca pada tahun 2020 berada di urutan ke delapan dari 34 provinsi.

Haidar Madjid menyatakan bahwa perpustakaan memiliki posisi sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama dalam proses pendidikan nasional.

“Perpustakaan sangat penting peranannya melayani kebutuhan manusia sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat. Sekaligus sebagai wahana pelestarian dan pewarisan budaya bangsa,” terang Ketua Fraksi Demokrat Sulsel ini.

Di sisi lain, sambung Haidar paradigma penyelenggaraan perpustakaan di Indonesia telah mengalami perubahan dengan Transformasi Perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan memperkuat fungsi dan peran perpustakaan.

Bukan hanya sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku semata, tetapi sebagai pusat informasi dan pusat pemberdayaan masyarakat.
Untuk itu, menurut Haidar, agar Transformasi Perpustakaan dapat terwujud secara maksimal berdasarkan fungsi dan peran yang sangat strategis tersebut, terutama di daerah, maka perlu diatur melalui sebuah peraturan daerah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Mohammad Hasan mengakui untuk mendorong minat baca masyarakat tentunya dengan menghadirkan perpustakaan yang nyaman dan menyenangkan.

“Cara terbaik menarik dan mendorong minat membaca masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan kenyamanan ruang perpustakaan. Itu yang terus kami benahi,” tutupnya. (mah)