Mayat Perempuan dengan Kondisi Mengenaskan, Diduga Dihabisi Secara Sadis oleh Suami

  • Whatsapp
Mayat Perempuan dengan Kondisi Mengenaskan, Diduga Dihabisi Secara Sadis oleh Suami
Korban tergeletak dengan bersimbah darah.

PAREPARE, UPEKS.co.id — Digegerkan penemuan seorang perempuan menggunakan kaos berwarna merah, yang tewas dengan tragis tergeletak bersimbah darah di salah satu gang berada di Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, malam kemarin. Nasib malang korban bernama Selvi (17) dibunuh oleh suaminya inisial U (60) yang tersulut emosi akibat percekcokan terjadi saat di atas motor, Kamis (11/11/2021).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh UPEKS.co.id, dimana sebelum korban tewas mengenaskan, terduga pelaku mendatangi korban dengan alasan mengantarnya pulang ke rumahnya. Korban yang sebelumnya menolak, akhirnya terduga pelaku diantar dengan berboncengan tiga bersama adik korban bernama Randi (12).

Bacaan Lainnya

Saat percekcokan terjadi di tas motor antara keduanya, terduga pelaku yang terbawa emosi mengeluarkan senjata tajam kemudian menusuk sejumlah tubuh dan menggorok leher korban hingga tewas tergeletak bersimbah darah.

Mayat korban dalam kondisi tergeletak ditemukan oleh salah seorang warga bernama Nirwan (31) di pinggir jalan.

Menurut keterangan Saksi, Supiati, membeberkan, sekitar pukul 19.00 Wita, terjadi pertengkaran mulut antara korban dan terduga pelaku.

“Yang pelaku ini menuduh korban berselingkuh dengan laki-laki lain,” katanya.

Terpisah, Paman Korban, Daeng Sewang, ditemui di depan IGD RSUD Andi Makkasau mengatakan, kejadian itu baru diketahui setelah mendapat kabar dari adik yang berboncengan tiga bersama korban dan terduga pelaku.

“Dipaksa-paksa (korban) dipanggil di mertuanya. Di rumah orang tuanya (terduga pelaku meminta kepada korban untuk diantar pulang) baru disitu mi baru dibawa baru dibunuh. (Adik yang berboncengan dengan korban) datang di rumah bilang dibunuh kakak ku,”

Sementara, Dokter Umum RSUD Andi Makkasau, dr. Geby Oktaviany, saat ditemui di depan IGD menjelaskan dari hasil visum korban ada sejumlah luka yang ditemukan.

“Ada beberapa luka tusuk, tapi yang menyebabkan pasien (korban) kehilangan nyawa itu, kemungkinan besar karena kehabisan darah begitu banyak, karena ada luka robek di leher itu luasnya sekitar 12 senti, dengan kedalaman sekitar 6 senti. Itu cukup dalam, sehingga ada beberapa pembuluh darah yang besar ikut terputus sehingga pasien mengalami kehabisan darah,” jelasnya.

Selain luka di leher, dr. Geby Oktaviany juga mengatakan, ada sejumlah luka di bagian tubuh korban akibat tusukan dari benda tajam yang digunakan terduga pelaku.

“Ada di telapak tangan, ada di jari kedua, jari ketiga, jari keempat di tangan kiri. Terus ada juga luka tusuk di belakang, ada empat luka tusuk. Juga ada luka tusuk di bagian lengan dan  dada. Luka tusuk berarti ada enam luka tusuk. Kalau luka gores itu ada tiga, yang paling besar satu di leher,” tandasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan jelas dari pihak Polres Parepare. Berdasarkan informasi diperoleh, pihak Satreskrim Polres Parepare masih dalam pengejaran pelaku yang melarikan diri ke arah Makassar. (AU)