Dua Nelayan Alami Perahu Terbalik di Perairan Majene, Ini Kata Komandan Kapal Bripka Ahris Barakasi

Dua Nelayan Alami Perahu Terbalik di Perairan Majene, Ini Kata Komandan Kapal Bripka Ahris Barakasi
Dua korban kapal tenggelam (jaket navy dan hijau) saat di evakuasi di Kantor KSOP Parepare.

PAREPARE, UPEKS.co.id – Insiden perahu terbalik, yang terombang-ambing dialami dua nelayan di wilayah perairan Kabupaten Majene, identitas dari dua nelayan bernama Muin (40) ditemukan terombang-ambing bersama adiknya Arman (17), sedang melaut memancing ikan. Keduanya merupakan warga asal Desa Somba, Kelurahan Masso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Komandan Kapal POL XIV-2009, Bripka M Ahris Barakasi mengatakan, berdasarkan laporan dari Kapten kapal KM Tanjung Manis yang ia terima, kedua korban yaitu Muin dan Adiknya Arman berangkat memancing menggunakan perahu Sandek di perairan Sendana Somba, Majene sejauh 11 mil keluar ke tengah laut. Sekitar pukul 08.00 Wita terjadi gelombang tinggi dan angin kencang sehingga berniat untuk kembali ke darat, pada saat menuju kembali ke darat.

Bacaan Lainnya

“Gelombang dan angin kencang, dan perahu terbalik pada pukul 08.00 Wita dan korban bertahan di perahu hingga pukul 11.30 Wita atau 3 jam 30 menit,” jelasnya, Selasa (16/11/2021).

Pertolongan tiba, kata Aris, saat KM Tanjung manis melintas di perairan Majene dari Samarinda tujuan Parepare, dan melihat korban terombang-ambing di perairan Somba, dan terbaca di GPS dengan titik koordinat 03″ 25′ 621′ s/ 118• 50 ‘ 496″ E.

“Pihak KM Tanjung Manis langsung melakukan pertolongan pada pukul 08.00 Wita. Setelah itu Kapten Kapal KM Tanjung Manis melakukan koordinasi dengan KSOP, Basarnas dan Polairud Parepare, dan langsung menunggu untuk menangani korban di pelabuhan Parepare,” terangnya.

Setibanya di Pelabuhan Cappa Ujung Parepare, kedua korban ditangani tim KKP untuk diperiksa.

“Kondisi kedua korban sehat, dan pada pukul 19.00 Wita, diantar pulang ke kampung halaman di Majene menggunakan mobil yang diantar langsung oleh KSOP Parepare,” ujar Bripka M Ahris Barakasi.

Sementara, Kepala Kantor KSOP Parepare, Triono mengatakan, pihaknya menerima berita dari KM Tanjung Manis dari Samarinda menuju Parepare.

“Ditemukan dua orang nelayan yang sedang mengalami kecelakaan kapal, dan bertahan selama tiga jam di laut. Keduanya warga Majene,” pungkasnya. (AU)

Pos terkait