Tenaga Honorer Akan Dirasionalisasi, Ini Tanggapan Sekretaris Perindo Enrekang

  • Whatsapp
Tenaga Honorer Akan Dirasionalisasi, Ini Tanggapan Sekretaris Perindo Enrekang
Sekretaris Partai Perindo Kabupaten Enrekang, Suleman Badao

ENREKANG, UPEKS.co.id — Keputusan Pemkab Enrekang untuk melakukan rasionalisasi Tenaga Honorer dengan alasan membebani APBD mendapat banyak tanggapan masyarakat. Langkah berani yang dilakukan Pemkab Enrekang mengurangi jumlah tenaga honorer saat ini menjadi kekhawatiran tersendiri.

Ada yang menghawatirkan keputusan tersebut justru akan menciptakan pengangguran baru yang bermuara pada peningkatan kemiskinan.

Bacaan Lainnya

Namun tak sedikit kalangan yang justru memuji Keputusan Bupati untuk melakukan pengurangan tenaga honorer meski resikonya adalah Bupati akan banyak mendapatkan kritikan.

Salah satu yang mengapresiasi keputusan tersebut adalah Sekretaris DPD Partai Perindo Enrekang, Suleman Badao. Dia mengatakan Niat Pemerintah Enrekang adalah baik meskipun disisi lain memang berat dilakukan karena akan menciptakan pengangguran dan membuat kekecewaan bagi yang terdampak pengurangan.

“Tetapi jika terus menerus terjadi penumpukan tenaga honorer pasti akan membebani daerah dan tentu akan bermuara pada ketidak-sejahteraan tenaga honorer itu sendiri”. Kata Suleman.

Suleman menjelaskan jika tenaga honorer jumlahnya besar maka kesejahteraan tenaga honorer tidak bisa tercapai karena semakin banyak honorer maka jumlah honor mereka akan semakin sedikit.

“Saya kira angka Pemerintah itu memang harus pahit karena saya yakin itu akan ditolak oleh banyak pihak. Saya kira ini adalah langkah yang luar biasa, berani mengambil keputusan dan berani tidak disuka oleh banyak orang, tapi muaranya adalah kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.

“Kebijakan itu memang kadang membuat orang sedih, tapi yakin dan percaya niatnya itu positif untuk kesejahteraan khususnya bagi tenaga honorer”. Tambahnya.

Namun Suleman berharap jika keputusan ini memang harus dilakukan, mengurangi tenaga honorer, Pemerintah tidak serta-merta melepas mereka begitu saja melainkan mereka harus tetap menjadi perhatian Pemerintah.

“Harapan saya mereka yang dihilangkan namanya menjadi tenaga honorer, Pemerintah harus membuka lapangan kerja paling tidak diberi modal usaha agar mereka bisa menjadi Wirausaha,” tutur Sekretaris Perindo Enrekang ini.

Baginya ini adalah kabar gembira bagi tenaga honorer yang dirasionalkan, dengan demikian pikiran mereka terbuka bahwa tidak selama kita menjadi tenaga honorer tapi kita bisa mencari pekerjaan lain yang lebih baik.

Sesuai Misi Partai Perindo adalah bagaimana memberikan kesejahteraan bagi tenaga honorer yang tidak selayaknya mendapatkan honor yang tidak sesuai dengan biaya kuliah mereka yang sangat besar selama ini.

“Malah saya dengan ada yang gajinya yang tidak cukup 1 juta. Harapan kita ke depan semoga Partai Perindo bisa diberi kepercayaan Rakyat bisa menaikkan gaji tenaga honorer sampai 50 persen supaya selesai ini persoalan tenaga honor,” tutupnya. (Sry)