Riset Luka Bakar, Siswa MAN IC Gowa Lolos Seleksi Full Paper dan Dipresentasikan pada Forum Internasional

Riset Luka Bakar, Siswa MAN IC Gowa Lolos Seleksi Full Paper dan Dipresentasikan pada Forum Internasional

BANDUNG, UPEKS–Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Gowa, Salwa Salsabila kelas XII A, lolos seleksi dan tampil sebagai Oral Presenter pada International Conference on Exercise, Health & Physiology ICEHP 2026. Keikutsertaannya menunjukkan siswa madrasah mampu bersaing di forum ilmiah internasional.

Konferensi internasional tersebut diselenggarakan School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 2–3 Juli 2026 di ITB, Bandung, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

ICEHP 2026 diikuti 213 peserta dari 5 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Jerman, dengan rincian 93 presenter dan 120 peserta nonpresenter.

 

Salwa mempresentasikan naskah lengkap berjudul “Wound Repair Physiology Shaped by Delivery Base: Bovine PRP and Piper crocatum Extract in Gel versus Cream Formulations on Second Degree Burn Healing”.

Penelitian tersebut mengkaji efektivitas plasma kaya trombosit dari sapi dan ekstrak Piper crocatum dalam sediaan gel dan krim untuk penyembuhan luka bakar derajat dua.

Salwa mengaku awalnya ragu, tetapi ia menyimpulkan bahwa siswa bisa bersaing di forum ilmiah. “Siswa SMA pun bisa diterima di konferensi internasional kalau mau berusaha dan dibimbing dengan baik, ” ungkapnya.

Ayu Mutmainnah Halim selaku guru pembimbing menilai kunci keberhasilan ada pada konsistensi anak didiknya. “Guru cukup menjadi jembatan. Anak-anak kita punya potensi besar kalau diberi ruang dan kepercayaan,” ujarnya.

Kepala MAN IC Gowa, Burhanuddin, menyampaikan apresiasi dan berharap prestasi ini memotivasi peserta didik lain.

“Riset tidak harus menunggu kuliah. Dengan rasa ingin tahu, disiplin, dan bimbingan guru, siswa madrasah bisa menghasilkan karya yang diakui dunia dan melahirkan solusi nyata bagi masyarakat,” pungkas Burhanuddin.(*)