Songsong Tahun Toleransi 2022, Kemenag Sulsel Diskusi Penguatan Moderasi Beragama

  • Whatsapp
Songsong Tahun Toleransi 2022, Kemenag Sulsel Diskusi Penguatan Moderasi Beragama

MAKASSAR, Upeks.co.id–Provinsi Sulawesi Selatan satu diantara delapan provinsi di Tanah Air yang ditunjuk sebagai Pilot Project Tahun Toleransi 2022. Penunjukan ini sebagai bentuk pengakuan kalau provinsi ini dipandang membangun toleran dalam kehidupan beragama.

Demikian antara lain diungkapkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel H. Khaeroni M.Si, saat membuka Focus Group Discussion (FGD)  Penguatan Moderasi Beragama Dalam Menyongsong Tahun Toleransi Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, di Hotel Golden Tulip Essential, Sabtu 23 Oktober 2021.

Bacaan Lainnya

“Kami mengajak kepada semua tokoh agama untuk mensukseskan Tahun Toleransi 2022,” ungkapnya.Songsong Tahun Toleransi 2022, Kemenag Sulsel Diskusi Penguatan Moderasi Beragama

Untuk mewujudkan toleransi dan moderasi beragama diperlukan komitmen kebangsaan dimana setiap masyarakat mampu menerima prinsip-prinsip kebangsaan yang ada di Indonesia.

Selain Sulsel, provinsi lain yang dipersiapkan sebagai pilot project kesuksesan talun toleransi 2022, adalah Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Barat, dan Riau.

Sementara Ketua Panitia H. Muhammad Tonang, M.pd mengungkapkan, peserta yang terlibat dalam kegiatan diskusi yang berlangsung hingga Senin 25 Oktober 2021, melibatkan ratusan peserta dari berbagai latar belakang. Para pimpinana majelis agama, ormas, utusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se Sulsel serta sejumlah undangan lainnya.

Menurutnya, keberagaman jika dipelihara dan dijaga akan menjadi kekayaan yang berharga bagi bangsa Indonesia, namun jika tidak justru berpotensi menimbulkan konflik dan kerawanan sosial yang akan berimbas pada kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah kondisi yang demikian maka tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita lintas agama, pimpinan ormas, pimpinan majelis agama perlu untuk diajak bekerjasama dalam satu visi dan misi penting yakni membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

“Oleh karena itu, perlu diselenggarakan kegiatan bersama, salah satunya adalah Focus Group Discussion (FGD) untuk Para Stakeholder utama, penguatan moderasi beragama dan prototyping program kerukunan,” ungkapnya.

Tujuan diskusi ini, kata Kabid Urais Kemenag Sulsel ini,   memetakan dan mengidentifikasi isu-isu keagamaan yang terjadi di wilayah prioritas. “Menghimpun berbagai masukan terkait potensi masalah dan usulan solusi penyelesaiannya dalam rangka mewujudkan harmoni dan kerukunan umat beragama. Kepada peserta dibekali dengan moderasi beragama dan strategi implementasinya,” terangnya.Songsong Tahun Toleransi 2022, Kemenag Sulsel Diskusi Penguatan Moderasi Beragama

Sementara nara sumber terdiri Kakanwil Kemenag Sulsel, Ketua Kejaksaan Tinggi Sulsel, Ketua Umum PB DDI, Pimpinan Majelis Agama, Akademisi, Pakar dan Ahli dibidangnya.