Mensos Selesaikan Kendala Penyaluran Bansos di Sulsel

  • Whatsapp
Mensos Selesaikan Kendala Penyaluran Bansos di Sulsel

TAKALAR, UPEKS.co.id– Menteri Sosial Tri Rismaharini secara langsung melakukan identifikasi masala bantuan sosial (Bansos) yang proses penyalurannya terkendala. Mensos hadir di Kabupaten Takalar untuk melakukan pemadanan data bantuan sosial di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam kesempatan itu, anggota Komisi VIII DPR-RI Samsu Niang hadir mendampingi Mensos untuk menyelesaikan masalah penyaluran Bansos di Sulsel.

Bacaan Lainnya

Menurut Menteri Rismaharini, di wilayah Sulsel, data Bansos yang belum tersalur jumlahnya cukup besar. Di Kabupaten Maros, ada 578 KPM pada tahap 1 yang belum tersalur. Belum lagi ada 18.225 penambahan di tahap 2.

“Data yang belum salur itulah yang tadi kita selesaikan. (Di antara masalahnya adalah ada KPM) yang belum terdistribusi kartunya dan (bantuan) belum salur. Jumlahnya cukup besar,” terangnya Risma, di Loka Rehabilitasi Sosial Pangurangi Takalar, Sulsel, Kamis (7/10/2021).

Kemudian di Kabupaten Gowa, kata Risma, terdapat 2400 KPM yang belum mendapatkan Bansos. Untuk itu, pihaknya meminta agar penyalurannya dilakukan secara tunai atau sekaligus.

“Ini jumlahnya besar kalo dibanding daerah lain. Sayang kalau gak terealisasi padahal orang itu butuh,” katanya.

Selain itu, kata Risma, ada berbagai kasus lain yang ditemukan, di antaranya, lokasi KPM yang jauh, dan KPM lansia, sehingga realisasi penyaluran rendah.

“Ada kasus lokasi jauh, contoh di Luwu itu salurnya rendah sekali. Saya sampaikan tidak mungkin hanya mengambil kartu sudah tua gak ada fasilitas. Kita minta bank memberikan bantuan dalam bentuk tunai,” katanya.

Mensos meminta bantuan yang seharusnya cair pada Juli dan September, seluruhnya dibayarkan cash pada bulan Oktober ini. “Kita harap agar bantuan yang mestinya cair di bulan Juli dan September, itu kita minta seluruhnya cash. Karena sudah tidak ada lagi waktu, ini sudah Oktober. Itu harus salur bulan ini juga,” tegasnya.

Sementara, Samsu Niang menyampaikan apresiasi dan pujian kepada Menteri Risma. “Saya kira kita harus apresiasi Ibu Mensos dalam rangka kroscek di lapangan tentang data salur di Sulsel. Ternyata kita temukan banyak Bansos yang belum tersalur. Dan hari ini clear. Kami apresiasi ke Bu Menteri karena cepat dan tanggap selesaikan masalah,” katanya.

Menurutnya, langkah Mensos yang menghadirkan berbagai pihak, di antaranya perwakilan bank Himbara, Kepala Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten, pendamping dan korda dalam satu tempat, dinilai dapat dengan cepat mengatasi permasalahan penyaluran Bansos.
Sehingga dengan pertemuan ini, semua pihak bisa langsung melakukan gelar data dan klarifikasi di tempat. Dengan kehadiran stakeholder dalam satu forum, telah memangkas jalur birokrasi yang kerap kali membuat jalur komunikasi bertambah panjang.

Hal ini membuat banyak kerumitan dalam salur Bansos tak juga terurai. “Masalah yang selama ini tidak terselesaikan, hari ini terselesaikan. Mensos memanggil Bank Himbara, kepala dinas sosial, propinsi kabupaten, pendamping korda. Itu semua untuk mempercepat penyaluran di penerima manfaat itu,” pungkasnya. (eky)

 

Pos terkait