Ketua TP PKK Selayar Ikuti Lomba Masak Berbasis Pangan Lokal

  • Whatsapp
Ketua TP PKK Selayar Ikuti Lomba Masak Berbasis Pangan Lokal

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli mengikuti Lomba Masak Berbasis Pangan Lokal antar Ketua TP PKK Kabupaten Kota se-Sulsel yang digelar di Hotel The Rinra Makassar, Minggu, (31/10/2021).

Lomba Masak Berbasis Pangan Lokal ini masih dalam rangka perayaan HUT Sulsel yang ke-352 yang dilaksanakan oleh TP PKK Sulsel berkolaborasi dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar dengan menghadirkan juri, seorang chef terkenal, Chef Norman.

Bacaan Lainnya

Menggunakan bahan pangan lokal, dengan bahan utama jagung, lomba ini juga menggunakan kompor induksi dalam rangka penerapan Green Living.

Ketua TP PKK Selayar Ikuti Lomba Masak Berbasis Pangan Lokal

Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli yang didampingi Ketua Pokja III TP PKK Selayar, Erma Sucihati Hisbullah mengolah bahan lokal dengan bahan utama Jagung yang disediakan panitia menjadi masakan khas Sulawesi Selatan, Barobbo.

“Barobbo menjadi pilihan sajian kami karena bahan dasarnya adalah jagung. Saya rasa peserta lain juga begitu,” kata Hj. Andi Musrifah Basli sesaat setelah menyajikan masakannya.

Barobbo, lanjut Istri Bupati Selayar ini, mengandung nutrisi yang tinggi yang terdiri dari karbohidrat, protein dan vitamin.

“Olehnya itu, melalui lomba hari ini selain menunjukkan bakat memasak sebagai ibu rumah tangga, kita juga melestarikan masakan tradisional Sulawesi Selatan yang sangat direkomendasikan karena kaya nutrisi,” lanjutnya.

Dan yang terpenting, kata Musrifah, moment berkumpul bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kota se-Sulawesi Selatan ini adalah moment yang selalu kami nantikan.

Sementara itu, Dewan juri lomba masak, Sri Suro Adhawati mengatakan, penilaian utama lomba masak ini yaitu rasa, keindahan atau plating, metode dan sistematika memasak.

“Bahan utamanya dari jagung, Tim juri Bukan hanya dari PKK tapi ada juga juri dari luar PKK. Yang dinilai itu, diutamakan rasa, 50%. Keindahan plating 20%. Kebersihan 10%, Metode masak / 10 %, sistematika masak 10%,” jelas Sri Suro Adhawati. (Sya)

 

Pos terkait