drg Fika Kurniawaty; Saya Tidak Pernah Berpikir Punya Toko Kue

  • Whatsapp
drg Fika Kurniawaty; Saya Tidak Pernah Berpikir Punya Toko Kue

Fakta Awal Lahirnya Bisnis Chocolicious Indonesia, The Bolu Rempah, dan Uncle Choux

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Dia seorang dokter gigi. Suaminya membelikan oven besar dan peralatan lengkap. Besoknya, drg Fika Kurniawaty mulai membuat kue. Itulah awal muasal lahirnya brand besar saat ini Chocolicious Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Belajar, belajar dan teruslah belajar. Selain menekuni pekerjaan dengan maksimal, jangan lupa menyisihkan waktu untuk belajar. Karena itu yang akan membuat seseorang bisa terus berkembang,” katanya.

Demikian diungkapkan pemilik nama lengkap Drg Fika Kurniawaty, yang juga Owner Chocolicious Indonesia, The Bolu Rampah, dan Uncle Choux, saat hadir menjadi pembicara podcast, dipandu oleh Muhammad Akbar yang juga Wakil Direktur Ujungpandang Ekspres, di Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3, Kamis (28/10/2021).

Fika sendiri awalnya berprofesi sebagai dokter gigi. Namun, kini ia berhasil menekuni bisnis kue dan mengembangkan bisnisnya pada tiga segmen. Dengan usaha tersebut, ia kini memiliki sejumlah outlet yang tersebar di sejumlah titik di Kota Makassar, Gowa dan Maros.

Di balik kesuksesan itu, siapa sangka jika Fika ternyata awalnya merupakan seorang dokter gigi. Karena profesi itu, setiap hari Fika terpaksa harus melewatkan waktu berkualitas bersama anaknya demi profesi yang ditekuninya itu.

Hingga akhirnya, anak keduanya lahir. Fika kemudian mendapat saran dari suaminya, untuk cuti selama beberapa bulan. Namun, karena jiwa yang senang bekerja membuat mulai mencoba menekuni bisnis kue.

“Saya sebenarnya sangat mencintai profesi sebagai dokter gigi, tapi demi waktu untuk anak-anak karena selama berprofesi dokter gigi praktek, saya jarang bertemu anak-anak. Alhamdulillah, Allah SWT memberikan saya jalan. Padahal saya itu pernah kepikiran buka toko kue. Dalam pikiran saya, hanya ingin punya praktek sendiri atau usaha yang berkaitan dengan profesi saya,” ujar Fika.

Selama beberapa bulan menekuni usaha kue tersebut, Fika rupanya mulai tertarik dan ingin tetap melanjutkan bisnisnya itu, meski awalnya ia hanya belajar membuat kue dari tutorial di youtube.

“Saat itu suami saya semacam ‘sumpahi’ saya, untungnya sumpahinnya yang baik-baik. Dia bilang, kalau saya meninggalkan pekerjaan itu (dokter gigi) saya akan mendapat rezeki yang lebih besar. Karena kesal, saya minta dibelikanlah peralatan untuk membuat kue yang besar, saya bilang saya mau jual kue saja di rumah,” kenang Fika, yang mengaku saat itu kesal karena diminta meninggalkan profesi sebagai dokter gigi.

“Karena suami saya tertantang, dia belikan saya peralatan itu besoknya. Padahal saya tidak punya dasar membuat kue loh. Tapi saya coba belajar dari youtube. Awalnya, kue buatan saya memang tidak sempurna. Karena saya tidak memiliki bekal ilmunya dari awal, jadi agak lambat berkembangnya (bisnis kue) ini,” sambung Fika.

Selama sekitar delapan tahun menekuni bisnis kue, Fika kini memiliki sejumlah outlet yang membuat usahanya semakin tenar. Ia pun merasa bersyukur atas amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada dirinya.

“Alhamdulillah, sekarang saya mendapatkan amanah melalui bisnis kue ini dengan tiga brand berbeda. Dan brand itu tidak bisa disatukan karena memiliki penggemarnya masing-masing,” katanya.

Selama pandemi, Fika mengakui omset penjualan menurun drastis. Terutama di tiga bulan pertama pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia pada 2020 lalu. Dimana saat itu semua orang takut terpapar, sehingga membuat semua sektor terdampak.

“Tiga bulan pertama itu memang ngeri, karena orang takut. Disanalah kami terbuka dengan tim bahwa kondisinya seperti ini. Tetapi yang penting kami semua bisa tetap bertahan, karena dalam pikiran kami ini akan lewat. Saya tidak pernah merumahkan karyawan. Bagi saya, semua harus selamat. Untungnya karena kami masih memiliki dana cadangan waktu itu,” urainya.

Menurut Fika, usahanya mampu bertahan selama masa pandemi, karena pertama adalah doa.

“Masa pandemi ini adalah masa kita berlomba bertahan hidup. Karena tidak ada yang tahu kapan berakhirnya. Tetapi intinya bagi saya, bisnis ini hanya sebagai bagian dari perjalanan, bukan tujuan hidup. Perjalanan ini butuh energi, saya hanya perlu berpikir bagaimana melanjutkan perjalanan hidup,” urainya.

Ke depan, Fika Kurniawaty mengaku akan terus berupaya untuk aktif berkarya demi kemajuan ekonomi, dan demi pemulihan ekonomi bangsa.

“Kalau untuk bocoran apa yang akan kami buat ke depannya, biarkan itu menjadi rahasia dulu. Insya Allah kami akan terus berkarya. Saya bisa seperti ini karena keberadaan karyawan yang lebih hebat dibelakang saya,” pungkas Fika. (*)

 

* Simak penuturan lengkap drg Fika Kurniawaty, di channel upekscoid.