Delapan Pasangan Mesum Terjaring Razia di Wisma, Satu Oknum Pimpinan LSM

  • Whatsapp
Delapan Pasangan Mesum Terjaring Razia di Wisma, Satu Oknum Pimpinan LSM

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Sedikitnya delapan bukan pasangan suami-istri (Pasutri) berhasil terjaring razia di sejumlah penginapan di bilangan Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Minggu (31/10/2021) dini hari.

Razia yang dilakukan petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Sosial dan kepolisian tersebut, menemukan pasangan mesum ini asyik memadu kasih di dalam kamar tanpa ikatan suami-istri.

Bacaan Lainnya

Saat penggerebekan, petugas memasuki satu persatu kamar wisma. Beberapa dari pasangan, sempat ketakutan dan kaget ketika didatangi. Dari delapan pasangan bukan pasutri itu, satu diantaranya merupakan pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Makassar.

Ketika dilakukan pemeriksaan dan tidak memiliki surat nikah, pasangan tersebut langsung digiring ke kendaraan Satpol PP. Mereka dibawa ke kantor untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Plt Kadis Sosial Makassar, H Muhyiddin Mustakim ditemui di lokasi mengatakan, sebanyak empat penginapan atau wisma yang didatangi di wilayah Kecamatan Wajo Makassar. Hasilnya, delapan pasangan bukan suami-istri didapati berduaan dalam kamar.

“Ada delapan pasangan kami dapat. Mereka ini berduaan dalam kamar tanpa ikatan suami-istri. Mereka ngakunya pacaran dan teman,” kata Muhyiddin saat ditemui di lokasi.

Kedelapan pasangan ini memiliki profesi yang berbeda. Ada pengangguran, bahkan juga ada yang masih berstatus mahasiswa di Makassar dan satu lelaki mengaku pimpinan LSM. Selain itu, beberapa kamar juga didapati pasangan satu wanita dan dua laki-laki.

“Mereka kita lakukan pembinaan agar tak lagi mengulangi perbuatannya,” jelasnya kepada sejumlah wartawan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Pimpinan LSM itu ditemukan petugas Satpol PP Makassar di kamar wisma bertarif Rp80 ribu. Dalam penggerebekan itu, oknum LSM ini sempat memberikan perlawanan. Dia mengamuk dan tidak terima terjaring razia Satpol PP.

Petugas pun sempat kewalahan menjaring pimpinan LSM ini. Sebab, tidak kooperatif. Menolak untuk dibawa ke kantor Satpol PP Makassar.

Selain itu, dia juga tidak ingin terekspose dalam razia ini. Beberapa kali mencoba menyerang wartawan. Bahkan, dia sempat mengaku sebagai mantan wartawan. (Jay)