Lebih Setahun Kasus Tewasnya Bidan Lenni Suryana Belum Diungkap Polisi

  • Whatsapp
Lebih Setahun Kasus Tewasnya Bidan Lenni Suryana Belum Diungkap Polisi

SOPPENG, UPEKS.co.id – Sudah setahun 4 bulan kasus meninggalnya seorang bidan, Lenni Suryana di Kelurahan JennaE, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, hingga kini keluarga korban belum mendapatkan kejelasan.

Orang tua korban, Nurlina saat ditemui meminta kepada pihak Kepolisian agar kasus ini bisa selesai secepatnya.

Bacaan Lainnya

“Tolong kasus ini di percepat karena sudah lama. Kami hanya minta kejelasan apakah anak saya bunuh diri atau mati dibunuh,” ucap Nurlina, Kamis (14/10/2021).

Apalagi lanjut dia, ada utang piutang yang mau di proses dan juga ahli warisnya agar bisa di kasih ke anaknya.

“Anak pertamanya yang berumur 4 tahun sudah mau sekolah. Kami hanya minta kejelasan karena suaminya juga tidak pernah sama sekali menafkahi anaknya,” tambahnya.

Nurlina juga mengungkapkan, untuk mengetahui fakta bahwa anaknya bunuh diri atau mati dibunuh, dia pun bermohon ke pihak Kepolisian agar dilakukan otopsi.

“Saya bermohon untuk dilakukan otopsi karena saya merasa ada kejanggalan. Mulai dari hasil olah TKP sampai hasil visum luarnya,” katanya.

“Kesimpulan dari hasil otopsi yang saya baca, anak saya mati dibunuh,” jelasnya.

Lebih jauh dia jelaskan, dari keterangan hasil otopsi, korban meninggal karena gagal nafas di bagian bawah tenggorokan akibat tekanan.

“Bahkan dari akibat tekanan itu membuat patah tulang gondok bawah,” tandasnya.

Ditempat yang sama, pendamping bantuan hukum keluarga korban, Abdul rasyid menyampaikan bahwa akan terus mengawal kasus ini sampai selesai.

“Ini bukan kasus kecil. Kasus ini butuh perhatian khusus,” ucap Abdul Rasyid.

Sementara Kasat Reskrim Polres Soppeng, IPTU Noviarif Kurniawan mengatakan kasus tersebut sudah dalam tahap penyidikan.

“Sementara ini kami terus mengumpulkan bukti-bukti baru yang menguatkan untuk pembuktian,” ucap IPTU Noviarif Kurniawan.

Sekadar diketahui, almarhumah Lenni Suryana ditemukan tergantung diri oleh suaminya, Arfandi.

Almarhumah tergantung dengan sebuah kain diteras belakang rumahnya pada Sabtu 10 Oktober 2020 lalu. (Min)

 

 

Pos terkait