LUWU, UPEKS.co.id – Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Luwu, Ir. Ikhsan Asaad, ST.,MT., memastikan, jembatan gantung Malela akan segera dianggarkan senilai 120 juta pada anggaran perubahan mendatang, hal ini disampaikan saat dikonfirmasi di ruangannya.
Selain nilainya yang dianggap kecil, jembatan ini juga kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu sehingga seharusnya dianggarkan oleh Pemkab Luwu tanpa harus mengusulkan ke Provinsi.
“Insyaa Allah Pemkab masih mampu mendanai ini, dengan nilai Rp150 juta. Jadi kita lihat dulu yang mananya yang bisa diperbaiki, kalau masih ada kekurangan akan diplotkan anggaran pada APBD pokok 2022 mendatang,” ujarnya.
Ikhsan As’ad menjelaskan histori jembatan gantung Malela itu, Pasca Banjir Bandang yang terjadi akhir Agustus kemarin, menyisakan beberapa Infrastruktur jembatan yang mengalami kerusakan.
Salah satunya yang lagi viral, adalah Jembatan Gantung di Desa Malela Kecamatan Suli.
Dimana jembatan yang menjadi akses penyeberangan warga dari dusun Palandongan, Desa Buntu Kungi ke Desa Malela sekaligus penghubung antar ke dua desa tetangga, hanya tersisa bentang tali sling. Itu setelah seluruh bagian lantai jembatan tersapu air bandang.
Informasi ini didapatkan pada warga, Selasa (31/8/2021) saat langsung turun meninjau lokasi bersama tim perencanaan teknis. Kedatangan tim dalam rangka perekaman data lapangan untuk menjadi acuan dalam menyusun perencanaan teknis dan estimasi anggaran.
Menanggapi beragam polemik yang berkembang pasca viralnya pemberitaan kondisi kekinian jembatan tersebut, Kadis PUPR Luwu, Ikhsan Asaad, Sabtu (11/9/2021) memberikan keterangan Pers d dampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Ir. Usdin, ST.
Menurut Kadis Ikhsan, pada prinsipnya Pemkab Luwu sangat serius dalam menyikapi kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan tersebut.
“Kita sudah melakukan pengukuran lapangan dan sekarang dalam tahap perencanaan teknis untuk penyusunan estimasi anggarannya,” ungkap Ikhsan.
Kadis Ikhsan juga menambahkan jika pada 2019 lalu, desa Malela masuk dalam daftar usulan Tiga Desa di wilayah kecamatan Suli dan Suli Barat sebagai penerima bantuan Pembangunan Jembatan Gantung Rangka Baja dari Kementerian PUPR yang di usulkan oleh Pemkab Luwu.
Bahkan tim perencanaan dari balai besar jalan nasional telah melakukan survei lokasi di dampingi pihak dinas PUPR Luwu. Hanya saja, saat itu jembatan gantung yang ada di desa Malela kondisinya masih utuh, kuat dan kokoh sehingga anggaran untuk pembangunannya di pending.
“Pasca ambruknya jembatan ini, kita kembali membangun komunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan pihak Balai Jalan agar anggaran yang sempat terpending tersebut dapat direalisasikan kembali,” jelas Ikhsan.
Bahkan Kadis Ikhsan berjanji jika tidak ada kepastian alokasi penganggaran dari Balai, maka pihaknya yang mengusulkan sebagai Program Prioritas Pembangunan Jembatan melalui anggaran perubahan tahun ini (2021_red).
“Jika tidak ada kepastian anggaran dari pihak Balai, maka kita anggarkan di APBD-Perubahan dan dilanjutkan di APBD tahun 2022,” kata Ikhsan.
Sementara, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR, Ir. Usdin Iskandar, ST., meminta kepada pemerintah desa setempat agar sementara jembatan gantung diwilayahnya di tutup.
“Masyarakat yang selalu memanfaatkan jembatan tersebut diharap kesabarannya. Daripada harus bertaruh nyawa,” ujar Usdin.
Sekedar diketahui, Jembatan Gantung Dusun Tirowali Desa Malela mendadak viral beberapa hari terakhir setelah warga nekat melaluinya dengan hanya berpegang di tali sling yang tersisa.
Jembatan tersebut ambruk setelah dihantam air bandang pada akhir Agustus 2021. Pada saat banjir melanda sebagian wilayah Kabupaten Luwu pada 2020 lalu, jembatan ini juga sempat mengalami kerusakan. Namun belum terlalu parah. Karena jembatan tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua.
Selain itu jembatan ini bukan satu satunya akses yang ada dilokasi tersebut, masih ada dua jembatan yang utuh menghubungkan kedua desa itu, satu jembatan gantung dan yang satunya lagi jembatan permanen. (echa)




