Kanker Sembuh Berkat Uluran Tangan Peserta JKN-KIS yang Bayar Iuran

  • Whatsapp
Kanker Sembuh Berkat Uluran Tangan Peserta JKN-KIS yang Bayar Iuran

 

Jeneponto, upeks.co.id – Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah hal yang patut disyukuri oleh sebagian masyarakat, salah satunya Ivonna Karlah (54), peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang merupakan pegawai Puskesmas PKM Binamu, Jeneponto.

Bacaan Lainnya

Ivonna Karlah atau akrab dipanggil Ikha ini menceritakan kisahnya menjalani terapi kanker yang dideritanya. Tahun 2015, awalnya ia didiagnosa mengidap penyakit kanker payudara, berawal dari adanya benjolan di payudara.

“Setelah konsultasi ke dokter, saya disarankan untuk di operasi pengangkatan benjolan. Setelah menjalani operasi dan dilakukan pemeriksaan laboratorium ternyata benjolan yang diambil pada bagian payudaranya merupakan sel kanker. Akhirnya saya harus menjalani kemoterapi agar kankernya tidak menyebar ke organ lain,” ucap Ikha.

Kemoterapi adalah hal yang harus Ikha jalani ke depannya. Pikiran berkecamuk, berapa biaya yang harus dikeluarkan, waktu serta tenaga, hingga bagaimana dengan anak-anak di rumah.

“Suami memberikan semangat kalau kanker itu bukan penentu kematian, tanpa penyakit kalau memang sudah waktunya pasti semua akan ke sana. Anak-anak akan mandiri karena sudah memasuki usia remaja. Dan untuk urusan biaya insyaallah kami punya kartu JKN-KIS ini, sekarang yang saya butuhkan hanya semangat dan fokus ke pengobatan agar bisa sembuh,” tambahnya.

Dengan semangat yang luar biasa dan keyakinan yang penuh ia menjalani proses kemoterapi. Kemoterapi dijadwalkan oleh dokter satu kali dalam sebulan dan dijalani Ikha selama delapan kali dalam satu siklus.

“Selama berobat di rumah sakit, saya sama sekali tidak dikenakan biaya tambahan baik obat-obatan ataupun perawatannya. Alhamdulilah saya merasa sangat terbantu, semua prosesnya juga jelas dan rujukannya jelas. Semua proses yang saya jalani selama masa pengobatan ini sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS. Mudah-mudahan banyak peserta JKN-KIS di luar sana yang bisa sembuh dari penyakitnya. Terima kasih juga untuk peserta yang membayar iuran secara tepat waktu, tanpa mereka saya tidak akan sembuh seperti ini juga,” ucapnya.