Disdikbud Bantaeng Genjot SDM 42 Tutor Kesetaraan

Disdikbud Bantaeng Genjot SDM 42 Tutor Kesetaraan

BANTAENG, UPEKS.co.id — Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Bantaeng Menggelar Pelatihan Tutor Kesetaraan dalam rangka Penyusunan Silabus Muatan Lokal.

Kegiatan ini dibuka oleh Kadis Dikbud Bantaeng Drs. Muhammad Haris, M.Si. Diikuti sebanyak 42 peserta yang berasal dari SKB dan PKBM se- Kabupaten Bantaeng, berlangsung di Gedung PGRI Bantaeng, Senin (30/8/2021).

Bacaan Lainnya

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng Drs. Muhammad Haris, M.Si, mengatakan agar para peserta sedapat mungkin mengikuti secara seksama dan menyerap seluruh pengetahuan yang disampaikan oleh narasumber.

“Semoga dengan pelatihan ini seluruh peserta mampu menemukenali berbagai permasalahan pembelajaran di PKBM agar peserta didik yang ada di PKBM dapat merasakan bagaimana belajar menyenangkan, bagaimana mereka termotivasi untuk datang di PKBM dan sebagainya,” jelas dia.

Disdikbud Bantaeng Genjot SDM 42 Tutor Kesetaraan

Lanjut kata dia, peserta PKBM membentuk forum komunikasi tutor inti. Forum komunikasi tutor inti ini adalah forum yang di Bantaeng belum dibentuk dan hari ini saya perintahkan untuk membentuk forum Komunikasi Tutor inti agar komunikasi antar tutor yang ada di Kabupaten Bantaeng ini terjalin secara berkesinambungan, sehingga berbagai persoalan yang ada di PKBM dapat terselesaikan dengan baik pada tingkat PKBM dan Tutor inti.

Selain itu, Muhammad Haris mengungkapkan, Disdikbud Bantaeng membutuhkan revitalisasi data base, sehingga mohon kiranya dokumen dan dapodiknya itu dikerjakan dengan baik sesuai dengan fakta riil, setiap PKBM berapa peserta didik, siapa pengelola, berapa yang ditamatkan, berapa yang sementara belajar, dimana lokasinya dan sebagainya.

“Mudah – mudahan dengan data base yang lengkap itu dapat mengarah kepada penyusunan kebijakan yang lebih baik di masa – masa yang akan datang,” harapnya.

Selanjutnya kata dia, program kesetaraan ini perlu melibatkan seluruh stakeholder, dinas pendidikan, para pengelola PKBM, para tutor, tokoh masyarakat, Lurah, Kades yang mana wilayahnya ada PKBM agar supaya mereka benar-benar bersinergi dalam membuat program dan melaksanakan program serta menuntaskan permasalahan- permasalahan yang ada pada kesetaraan.

“Memang berat menjadi guru tutor karena sebagian besar peserta didik kita adalah orang yang tidak mau belajar, orang yang tidak mau ikut pendidikan tetapi kita berusaha untuk mengikutkan mereka, oleh karena itu harus ada kesabaran, harus ada komunikasi yang baik agar tanggungjawab kita Dinas pendidikan atau Kabupaten/ Kota, yakni usia 7 tahun sampai 21 tahun untuk kesetaraan dapat kita tuntaskan dalam beberapa tahun terakhir ke depan,” pungkasnya. (Irwan.Patra)

 

 

 

Pos terkait