Camat Kolaka Tindak Lanjuti Edaran PPKM Level 3

  • Whatsapp
Camat Kolaka Tindak Lanjuti Edaran PPKM Level 3
Suasana sosialisasi PPKM Level 3 kepada masyarakat di Kecamatan Kolaka dilakukan aparat TNI bersama Polri dan Satgas Covid-19.

KOLAKA, UPEKS.co.id – Pemerintah daerah (Pemda) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyikapi semakin meningkatnya masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga melalui keputusan bersama Pemda Kolaka, Ketua DPRD Kolaka, Forkopimda dan semua unsur terkait menyepakati bersama untuk mengeluarkan surat edaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dituangkan melalui surat edaran Nomor: 300/0/0/19/2021 terhitung sejak 26 Juli 2021.

Surat edaran ini selanjutnya ditindak lanjuti oleh semua pemerintah kecamatan. Khususnya Camat Kolaka Amri Jamaluddin ,menindak lanjuti hal itu di lapangan.

Bacaan Lainnya

Kepada media ini melalui selulernya, Minggu (1/8/2021), Amri Jamaluddin mengungkapkan pihaknya bersama perangkat kelurahan dengan mendatangi warung, cafe, kedai kopi, rumah makan dan semua tempat-tempat bisa menimbulkan orang berkerumun.
Ia bersama jajaran Satgas Covid-19 mengajak kepada masyarakat bergandeng tangan melawan penyebaran Covid-19 ini.

“Saya mengajak kepada semua stakeholder wajib peduli dan saling mengingatkan, saling melindungi diri dan keluarga dengan disiplin protokol kesehatan (Protkes),” ujar Amri.

Menurut Camat Kolaka, meskipun setiap hari turun lapangan mengajak masyarakat agar taat Protkes. Tetapi kalau masyarakat itu sendiri tidak disiplin dan tidak melaksanakan Protkes. Niscaya tren peningkatan terkonfirmasi positif Covid-19 tidak bakal menurun.

“Sekarang wilayah Kecamatan Kolaka ini sudah zona orange artinya itu sudah masuk PPKM Level 3. Jadi kalau masyarakat masih tidak memiliki kesadaran menerapkan Prokes, maka penyebaran Covid-19 tidak akan pernah terhenti,” jelas Amri.

Sementara Juru bicara (Jubir) Gugus tugas (Gustas) percepatan penanganan Covid-19 Kolaka Sultra, dr. Muh Aris mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19 ini, karena adanya sebahagian masyarakat haters, tidak percaya dan tidak peduli dampak dari Covid-19.

“Inilah salah satu penyebab sehingga virus bertahan,” tandas Aris. (pil)

 

Pos terkait