Rakerda MUI Makassar Kritisi Penanganan Korban Covid-19

  • Whatsapp
Rakerda MUI Makassar Kritisi Penanganan Korban Covid-19

MAKASSAR, Upeks.co.id–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahunan diikuti sekitar 50 pengurus pleno yang terdiri atas pengurus harian, dewan penasehat/pembina, ketua dan sekretaris komisi, Sabtu (31/7/2021), di Hotel Aston Jalan Sultan Hasanuddin.

Rakerda yang dibuka resmi Walikota Makassar diwakili Kabag Kesra Muh. Syarif diawali dengan pemaparan ketua-ketua komisi terkait program yang akan dilaksanakan dan pandangan umum terkait persoalan keagamaan dan kehidupan sosial yang tengah dihadapi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pada saat menyampaikan pandangan umumnya, hampir semua ketua komisi mengkritisi kebijakan penanganan virus Corona dan dampak sosial, budaya, dan ekonomi yang ditimbulkan selama pandemi Covid-19.

Ketua Komisi Penelitian dan Pengkajian Prof. Dr. Hamdar Ar Rayya, MA. sesaat setelah menyampaikan lima program unggulannya, peneliti Litbang itu mengatakan, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih ini sudah sangat mempengaruhi pola hidup manusia, terutama dalam kehidupan beragama.

Salah satu yang sangat penting dilakukan oleh MUI lanjutnya, adalah bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan pemuka agama tidak terpecah yang sangat berpeluang besar mengacaukan pikiran dan aqidah ummat.

“Saatnya MUI memberdayakan masjid secara maksimal di dalam membina ummat. Jika sekarang ini terjadi pembatasan atau penutupan tempat beribadah karena dianggap membahayakan dalam penularan virus Corona maka MUI perlu segera meneliti kebenarannya, sudah berapa banyak jamaah yang aktif di masjid meninggal disebabkan Covid-19. Jangan sampai yang meninggal itu jarang ke masjid atau mungkin shalatnya juga belum konsisten,” tandas Prof. Hamdan Ar Rayya.

Ketua Komisi Kominfo Dr. Firdaus Muhammad dalam pemaparannya juga menyerempet korban Covid-19 yang banyak dipengaruhi berita hoax.
“Karenanya, kami merumuskan program utama untuk mengedukasi pengurus, termasuk ulama kita yang terkadang selfi di tempat umum yang dapat dijadikan viral di medsos,” ungkap Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin Makassar.

Kabag Kesra Muh Syarif dalam sambutannya mengharapkan, MUI dapat bersinergi dengan pemerintah kota di dalam mengedukasi dan membina ummat terutama di era globalisasi teknologi informasi dan bencana pandemi Covid-19.

Rakerda yang sengaja dilangsungkan sekitar tiga jam saja dan mematuhi protokoler kesehatan Covid-19 dengan mengikuti prosedur pemeriksaan petugas hotel, mewajibkan mengenakan masker dan mengatur jarak, ditutup secara resmi Ketua MUI Makassar Anregurutta Dr. KH. Baharuddin AS, MA. setelah menerima keputusan rekomendasi komisi didampingi Sekretaris KH Masykur Yunus dan Bendahara H.M. Yunus.(rls)