Upaya Pencegahan, Pemkab Majene Gelar Aksi Rembuk Stunting

Upaya Pencegahan, Pemkab Majene Gelar Aksi Rembuk Stunting

MAJENE, UPEKS.co.id — Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Majene dalam upaya penanggulangan dan pencegahan stunting, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Majene melaksanakan rembuk stunting tingkat Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) di aula gedung LPMP Majene, Kamis
(15/7/2021).

Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele, didampingi kepala Bappeda Majene, Andi Adlina Basharoe, membuka secara resmi Rembuk Stunting dengan tema “Penguatan Peran Desa/ Kelurahan dan Kampanye Perubahan Perilaku sebagai Implementasi Konvergensi Stunting di Kabupaten Majene”. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Majene Salmawati Djamado.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Gugus Tugas 1000 HPK Penurunan Stunting Kab Majene Andi Adlina Basharoe mengatakan ada delapan Implementasi aksi integrasi penurunan stunting di tahun 2021. Dimana untuk tahap ini telah
memasuki fase ketiga atau aksi ketiga.

“Sebelumnya telah di rampungkan aksi pertama yaitu, analisis situasi dan aksi kedua rencana aksi program kegiatan yang diikuti pimpinan OPD terkait, seluruh Camat, para Kabag, Lurah dan Kepala Desa, yang menjadi lokus stunting,” ucapnya.

Andi Adlina juga menyebutkan, program Implementasi 8 aksi integrasi merupakan langkah penting guna memastikan terlaksananya rencana kegiatan yang dilakukan bersama sama dan berbagai lembaga.
”Kita akan melakukan sinkronisasi, sinergitas hasil analisis kemudian menjadi rancangan kegiatan masing-masing OPD,” katanya.

Ia berharap output yang dicapai akan menghasilkan komitmen penurunan stunting serta realisasi rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi.
“Dengan penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dimuat dalam RKPD Renja di tahun berikutnya,” pungkasnya.

Sementara itu bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele mengatakan, bahwa dari hasil analisis yang dilakukan, telah terjadi penurunan presentasi stunting sebesar 5,9% di sepanjang 2019- 2020.

Meski demikian katanya penurunan tersebut masih belum signifikan, sehingga ia berharap seluruh pihak yang ikut terlibat berupaya dan bekerja keras mengatasi persoalan tersebut.
“Jika tidak, maka akan mempengaruhi kinerja pembangunan yang menyangkut kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah dimasa yang akan datang,” tandasnya.

Meski begitu Andi Syukri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mengingat isu stunting menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk diselesaikan.
”Tujuannya untuk mewujudkan Indonesia Maju melalui penguatan SDM yang unggul,”katanya.

Kegiatan Rembuk stunting ini menampilkan dua narasumber yang hadir memalui zoom meeting diantaranya Prof dr H Abdul Razak Thaha M.Kes dan R. Budiono Sihombing ST MP selaku Dirjen Bina Bangda Kemendagri. (Ali)

 

Pos terkait