Saddam Andalkan Program JKN-KIS untuk Proteksi Diri dan Keluarganya

  • Whatsapp
Narasumber : Saddam Husein (30)
Narasumber : Saddam Husein (30)

 

Palopo, upeks.co.id – Sejak hadir tahun 2014 silam, Program Jaminan Kesehatan Nasional –  Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah banyak membantu masyarakat yang telah terdaftar menjadi pesertanya. Seperti halnya Saddam Husein (30) beserta keluarga yang telah merasakan langsung manfaat Program JKN-KIS.

Bacaan Lainnya

Saddam yang sehari-harinya berprofesi sebagai seorang wiraswasta ini pun menceritakan pengalaman keluarganya yang terbantu oleh Program JKN-KIS kepada Jamkesnews, Senin (31/05).

“Yang sudah pernah merasakan langsung manfaat dari program ini adalah ibu saya. Beberapa waktu yang lalu ibu saya sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sawerigading Palopo. Ia menjalani rawat inap kurang lebih selama 1 minggu karena sakit anemia. Bisa dibayangkan biaya perawatan selama seminggu yang harus dibayarkan jika ibu saya tidak terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS,” ungkap Saddam.

Hati anak mana yang tidak sedih dan khawatir saat mengetahui ibu terkasih sedang jatuh sakit. Apalagi saat itu, ia mengaku sedang tidak bersama dengan sang ibu karena tengah berada di luar kota. Namun, Saddam mengaku sedikit lega karena mengetahui bahwa pelayanan kesehatan sang ibu dapat dijamin oleh Program JKN-KIS.

Saat ditanya oleh tim Jamkesnews terkait kualitas pelayanan yang didapatkan oleh ibunda, Saddam menyampaikan bahwa sang ibunda ditangani dan dilayani dengan baik di rumah sakit.

“Seingat saya tidak ada masalah selama ibu dirawat kemarin. Pelayanan di rumah sakit baik. Kalau ada yang bilang peserta Program JKN-KIS itu biasanya dinomorduakan, saya rasa tidak. Keluarga melihat sendiri saat ibu dirawat kemarin. Hampir selama seminggu itu rumah sakit cukup kooperatif dan sigap,” jelas Saddam.

Di akhir pembicaraan, Saddam menyampaikan harapannya untuk Program JKN-KIS.

“Mudah-mudahan ke depannya kualitas pelayanan dari Program JKN-KIS yang sudah baik ini akan semakin ditingkatkan. Semoga program ini dapat tetap berlanjut dan jangan sampai berhenti karena sudah banyak orang diluar sana termasuk kami yang telah merasakan manfaatnya, dan tetap memerlukan kepastian jaminan layanan kesehatan saat kami membutuhkan,” tutur Saddam. (rls)

Pos terkait