Musliyanti: Ada JKN-KIS, Semuanya Gratis

  • Whatsapp
Narasumber : MUSLIYANTI
Narasumber : MUSLIYANTI

 

Makassar, upeks.co.id – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membawa angin segar bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang sering mengakses layanan kesehatan. Hal tersebut juga dirasakan langsung oleh Musliyanti (23), seoranf peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI APBD) yang didiagnosa mengalami keguguran.

Bacaan Lainnya

Ibu rumah tangga warga Jipang Raya Kelurahan Karunrung Kecamatan Rappocini Kota Makassar ini mengalami masalah kesehatan semasa masa kehamilan hingga mengalami keguguran. Musliyanti mendapatkan pelayanan kuret di Rumah Sakit Bahagia akibat keguguran yang dialaminya.

“Syukurnya saya punya kartu JKN-KIS sehingga saya tidak merasa khawatir bila dirawat di rumah sakit. Saya bisa fokus pada penyembuhan penyakit saya tanpa memikirkan biaya yang harus dikeluarkan,” ujar Musliyanti, Rabu (09/06).

Kejadian ini bermula ketika Musliyanti merasakan ada yang aneh pada kehamilannya. Musliyanti segera melakukan pemeriksaan ke Puskesmas tempatnya terdaftar. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, ternyata Musliyanti mengalami keguguran. Musliyanti mendapat rujukan ke Rumah Sakit Bahagia dan mendapatkan tindakan kuret oleh dokter untuk mengeluarkan jaringan serta sisa janin di dalam rahim yang dapat membahayakan kesehatannya

Ekspektasi Musliyanti sebelumnya sangat jauh berbeda dari apa yang ia alami. Informasi yang banyak dia dengar, bahwa ada perbedaan penanganan bagi pasien JKN-KIS yang bayar iuran mandiri dengan pasien JKN-KIS yang dibayarkan oleh pemerintah, ternyata tidak terbukti. Musliyanti merasa perawat dan dokter telah menanganinya dengan sangat baik tanpa membeda-bedakan.

“Layanannya bagus. Mulai saat pemeriksaan di Puskesmas, saat operasi hingga menginap selama dua hari rawat inap di rumah sakit, saya dilayani dengan baik. Pelayanannya juga mudah semuanya. Itu yang saya rasakan selama kehamilan hingga selesai proses kuret. Sangat mudah dan tidak membebani. Sekalipun kartu JKN-KIS saya dibayarkan oleh pemerintah, tapi saya ditangani dengan sangat baik di Puskesmas maupun di rumah sakit, tidak ada perbedaan dengan pasien lain,” katanya.

Bahkan saat melakukan kontrol, Musliyanti mengaku masih tidak menemui kendala dan tanpa biaya sepeser pun. Dia berharap kualitas pelayanan BPJS Kesehatan bisa terus meningkat dan bermanfaat bagi masyarakat. (rls)

 

 

 

Pos terkait