Langgur, Upeks.co.id – Demi memastikan implementasi aplikasi P-Care berjalan dengan baik dan mengoptimalkan layanan, BPJS Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara melakukan Monitoring dan Evaluasi Personal In Charge (PIC) P-Care Kabupaten Maluku Tenggara, pada Jumat (02/07). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, HS Rumondang Pakpahan menyampaikan harapan agar PIC P-Care dapat memahami bahwa peran mereka dalam pencapaian kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“Semoga seluruh PIC P-Care di Kabupaten Maluku Tenggara dapat melakukan perekaman dan input data dengan baik di aplikasi P-Care. Hal ini karena hasil yang di-input oleh PIC akan mempengaruhi evaluasi dan kinerja FKTP. Maka dari itu kami meminta kerja sama dan komunikasi yang baik selalu terjalin dengan BPJS Kesehatan,” ujar Mondang.
Ia pun memaparkan data utilisasi FKTP di Kabupaten Maluku Tenggara. Dari hasil monitoring dan evaluasi, masih perlu diperhatikan adanya FKTP yang masih memiliki rasio rujukan yang tinggi. Ia mengatakan, rasio rujukan dipengaruhi juga oleh hasil input yang dilakukan oleh PIC P-Care.
“Yang mempengaruhi nilai rasio rujukan ada dua, yaitu jumlah rujukan dan kunjungan sakit di FKTP. Kemungkinan yang bisa terjadi, FKTP belum optimal dalam menatalaksana diagnosa sesuai kompetensi FKTP atau FKTP tidak melakukan entry pelayanan secara real time. Hal yang perlu dilakukan ialah memastikan hasil entry diagnosa kunjungan dan rujukan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Berdasarkan data bulan Mei 2021, masih terdapat FKTP yang memiliki rasio rujukan yang tinggi. Hal ini perlu kita diskusikan mengenai kendala yang ada di FKTP sehingga bisa diperbaiki,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Dokter Praktik Perorangan, Marthavina Notanubun, menyampaikan tanggapannya mengenai rujukan balik yang kerap terjadi di lapangan.
“Kunjungan yang dilakukan oleh peserta JKN-KIS kebanyakan merupakan pasien yang membawa surat rujuk balik dari dokter spesialis di rumah sakit. Kami menyambut baik jika BPJS Kesehatan dapat mengagendakan pertemuan antara perwakilan FKTP, dokter spesialis, dengan PIC di rumah sakit, sehingga bisa terjalin komunikasi yang lebih optimal,” ujar Marthavina. (rls)

