MKP Instruksikan Peningkatan Produksi Komoditas Ekspor di BPBAP Takalar

  • Whatsapp
MKP Instruksikan Peningkatan Produksi Komoditas Ekspor di BPBAP Takalar

 

Takalar, Upeks.co.id–Menteri Kelautan dan Perikanan ( MKP ) didampingi Direktur Jenderal Perikanan Budidaya melakukan Kunjungan kerja ke Balai perikanan Budidaya Air Payau Takalar.

Bacaan Lainnya

Kunjungan ini melihat secara langsung kegiatan yang dilakukan di UPT milik Direktorat jenderal Perikanan Budidaya Kementerian kelautan dan Perikanan yang berlokasi di Kecamatan Galesong kabupaten Takalar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berkesempatan melihat komoditas yang dihasilkan
BPBAP Takalar merupakan balai yang berfungsi berinovasi dan mengaplikasiikan teknologi terapan dibidang pembenihan, pelestarian serta perlindungan budidaya air payau. Komoditas utama yang dihasilkan meliputi rajungan,kepiting, udang windu, vaname, nila salin, bandeng, kakap putih hingga rumput laut.

MKP meminta jajarannya di BPBAP Takalar untuk meningkatkan produksi komoditas yang bernilai pasar tinggi. Diantaranya Kepiting dan rajungan. Langkah ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari mencari komoditas tersebut di Laut.

Dalam Kunjungan kerja tersebut, Menteri Trenggono turut meninjau fasilitas Pembenihan Udang, Nauplius centre Udang vanname nusantara serta laboratorium Kultur Jaringan Rumput Laut yang ada di BPBAP Takalar. Menteri Trenggono mendukung penuh kegiatan perekayasaan maupun inovasi dalam rangka meningkatkan produktivitas subsektor perikanan budidaya di Indonesia.

Sementara itu Kepala BPBAP Takalar Supito mengaku siap menambah jumlah produksi dan akan melakukan sejumlah inovasi untuk mencapai angka produksi yang optimal. Dalam kunjungan ini MKP sangat mengapresiasi keberhasilan dalam pembenihan rajungan yang sudah dapat menghasilkan benih dengan jumlah 500.000 ekor per Tahun. MKP menekankan peningkatan produksi Rajungan dan kami akan meningkatkan sampai 2.500.000 ekor per tahun,imbuhnya. Hasil peroduksi ini akan secara rutin di lakukan restocking ke sentra sentra penghasil rajungan seperti Galesong Takalar, Sanrobone Takalar, Desa Kuri Caddi Kab. Maros dan beberapa lokasi lainnnya, sehingga bisa menigkatkan stok sumberdaya rajungan di alam yang secara langsung akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan. Mulai dari tahun 2012 secara rutin melakukan restocking. Kemudian langkah selanjutnya adalah melanjutkan kegiatan pembesaran rajungan di tambak baik secara tradisonal maupun intensif yang 3 tahun terakhir sudah kita lakukan sehingga tidak tergantung dari hasil penangkapan di alam.

Selain Rajungan, MKP juga mengapresiasi keberhasilan dalam penyediaan Calon induk Udang Vanname Nusantara yang merupakan hasil breeding dari salah satu UPT DJPB juga yaitu Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan ( BPIU2K ) Karangasem Bali. Sampai saat ini produksi calon induk unggul di BPBAP Takalar sudah mencapai 60.000 ekor yang nantinya akan digunakan oleh Hatchery Hatchery yang ada di Sulawesi Selatan maupun di daerah lain. Hasil produksi dari Induk Vananame Nusantara ini sudah di rasakan oleh para pembudidaya dibeberapa daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dimana BPBAP Takalar sudah memberikan bantuan benih untuk tahun 2021 ini sudah 40 Juta ekor dan beberapa pembudidaya sudah melakukan panen dengan hasil yang membanggakan.

Komoditas lain yang menjadi unggulan kami BPBAP Takalar adalah produksi Rumput laut kultur Jaringan Kappaphycus alvarezii yang diproduksi di Lab Kultur Jaringan Kami dan saat ini sudah dilakukan inovasi terbaru melalui spora. Dengan melalui rekayasa spora ini akan menghasilkan planlet dengan waktu yang singkat ( 3 – 4 bulan ) sehingga penyediaan bibit rumput laut berkualitas akan dengan mudah dihasilkan.

Selain berdialog dengan pegawai di UPT, Menteri Trenggono menyerahkan bantuan benih udang windu sebanyak 1,2 juta ekor kepada lima kelompok pokdakan yang ada di Kabupaten Takalar dan menyempatkan berbincang dengan perwakilan Pokdakan tersebut.(rls)