Kelangkaan Obat di UPT RSUD Maspul, Mustain Sumuele: Pemkab Enrekang Harus Ambil Sikap

  • Whatsapp
Kelangkaan Obat di UPT RSUD Maspul, Mustain Sumuele: Pemkab Enrekang Harus Ambil Sikap

ENREKANG, UPEKS.co.id — Menanggapi kelangkaan obat di UPT RSUD Maspul, Ketua DPD Partai Gerindra yang juga anggota DPRD Enrekang Mustain Sumuele menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang seharusnya mengambil sikap.

Dia mengatakan terkait dengan pengadaan obat itu tidak bisa ditunda. Seharusnya pihak rumah sakit segera melaporkan kepada atasan agar hal tersebut segera diatasi.

Bacaan Lainnya

“Bagaimana menutupi Anggaran obat terutama bagi pasien BPJS. Kecuali kalau pasien umum dia bisa beli di luar, tapi kalau pasien BPJS itu kewajiban Pemerintah Daerah untuk menyediakan. Itu konsekuensinya,” tandas Mustain.

Mengenai Anggaran pengadaan obat dan barang habis pakai tahun 2021 yang digunakan sebagian untuk membayar hutang obat tahun lalu. Dia mengatakan mungkin asumsi operasional tahun lalu semisal hanya Rp4 miliar, tapi jumlah pasien membengkak otomatis kebutuhan obat bertambah dan itu yang menyebabkan pihak rumah sakit harus berhutang.

“Seharusnya pihak rumah sakit menyampaikan kepada pimpinan agar masalah ini tidak menjadi seperti bola berputar, sehingga jadi masalah dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Keluhan pasien tentang kelangkaan obat di rumah sakit Maspul ini selalu terjadi dari tahun ke tahun. Alasan klasik yang dilontarkan pihak rumah sakit adalah anggaran obat tahun ini sebagian dipakai untuk bayar hutang obat tahun lalu.

Sebelumnya, Plt Direktur UPT RSUD Maspul, drg Ira Desti Saptari saat dikonfirmasi menjelaskan, tahun 2021 Anggaran untuk pengadaan obat dan barang habis pakai sekitar Rp4 miliar lebih. Namun digunakan sekitar Rp2 miliar lebih untuk membayar hutang obat tahun lalu.

Selain itu, drg. Ira mengatakan kelangkaan obat disebabkan karena bertambahnya dokter ahli.

“Kebutuhan obat itu juga meningkat karena bertambahnya jumlah beberapa dokter ahli,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, pasien yang membeli obat di luar apotek rumah sakit, uangnya akan digantikan oleh pihak rumah sakit.

“Biasanya pasien yang beli obat di luar itu akan diganti uangnya, asal obat yang dibeli masuk dalam daftar formularium,” pungkasnya. (Sry)

 

 

 

Pos terkait