Terduga Pelaku Pengeroyok Petugas Tol Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Terduga Pelaku Pengeroyok Petugas Tol Ditangkap Polisi

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Anggota Jatanras Polrestabes Makassar, berhasil menangkap terduga pelaku pengeroyok petugas Tol Reformasi di Markas Kiwal Jl Topas, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sabtu (1/5/21) sekitar pukul 22.00 WITA.

Terduga pelaku itu masing-masing Muh Azan Taufik alias Azan (22), Syahrul Dg Ronrong (37), Rian Febrianto (29) dan Asril alas Asril (26). Mereka diamankan atas laporan pengaduan Rachmat Riyadi Nomor : 287, 23 April 2021 Sek Tamalanrea.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul mengatakan, penangkapan itu berawal saat anggota Jatanras dipimpin Kasubnit 2, Ipda Nasrullah mengetahui keberadaan pelaku sedang berada di Markas Kowal, Jl Topaz.

“Keempat pelaku diamankan di Markas Kowal Jl Topaz. Setelah berhasil diamankan, mereka kemudian dibawah ke posko Jatanras untuk dilakukan Interogasi, ” kata Kompol Agus, Minggu (2/5/21).

Hasil introgasi lanjut Agus, Pelaku Azan mengakui dan membenarkan telah memukul korban menggunakan tangan. Pelaku Syahrul juga mengakui dan membenarkan telah memukul korban dengan menggunakan tangan dan kakinya ke arah wajah korban.

“Begitu pun dengan pelaku Rian. Dia mengakui dan membenarkan telah memukul ke arah wajah korban dengan menggunakan helm yang dipakainya dan pelaku Asril juga mengakui memukul korban dengan menggunakan helm yang di gunakannya ke arah kepala korban, ” lanjut Agus.

Mantan Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar ini menjelaskan, para pelaku ditangkap setelah mengeroyok Petugas Tol Repormasi, pada Jumat lalu.

Pengeroyokan itu berawal pada saat korban sedang kerja di Jl Tol bagian mengumpulkan tol dan melihat rombongan sepeda motor dan mobil pengantar mayat yang melewati jalan tol.

Namun terang Agus, ketika rombongan sampai di tempat pembayaran, para pelaku meminta supaya palang pintu dibuka, karena belum membayar dan tidak membayar, makan korban tak membukanya.

“Tapi korban tidak membuka palang pintu itu dan korban mengaku itu bukan kewenanganya. Selanjutnya pengantar jenazah merusak palang pintu kemudian menganiaya korban secara bersama-sama, ” terang Agus. (penulis berita: Jay).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *