Kontraktor Terancam Putus Kontrak, Perusahaan Bisa di Blacklist

  • Whatsapp
Kontraktor Terancam Putus Kontrak, Perusahaan Bisa di Blacklist

 

Wajo, Upeks.co.id — Proyek penanganan longsoran Watampone – Pompanua – Ulugalung dengan anggaran puluhan miliar terancam putus kontrak. Kontraktor dinilai tidak bisa melaksanakan kewajibannya.

Bacaan Lainnya

PPK 08 Koridor Kota Sengkang-Impa-impa- Tarumpakae, Ulugalung Pompanua-Batas Bone, Gazali mengaku, penanganan longsoran di jalur Trans Sulawesi atau jalan Poros Wajo – Bone tersebut merupakan proyek multiyears.

Dilaksanakan oleh PT. Delima Emas Gasindo dengan nilai pagu paket sebesar Rp49.832.750.000 di APBN 2020. Masa kontrak mulai sejak Agustus 2020 sampai dengan Desember 2022 mendatang.

“Rencananya dikenakan sanksi ke kontraktor. Sanksi bisa sampai pemutusan kontrak. Karena sudah terlambat dari schedule pelaksanaan,” kata Gazali kepada Senin (10/5/2021)

Dia menambahkan, langkah tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan dan berdasarkan hasil evaluasi terhadap pekerjaannya di lokasi. Waktu yang diberikan sesuai susunan acara juga tidak dapat ditaati.

“Kami sudah evaluasi mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pekerjaan terlambat, pengadaan pancang dan sheet pile yang belum dapat mereka laksanakan,” jelasnya.

Berdasarkan penelusuran, PT. Delima Emas Gasindo merupakan perusahaan lokal berlokasi di Jalan Topas Raya Ruko Zamrud Blok A/No. 8, Kota Makassar.

Menyikapi kondisi itu, Wakil Ketua I DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, cukup menyayangkan hal ini. Anggaran besar yang diharapkan membenahi kerusakan jalan di jalur Trans Sulawesi tidak dapat terealisasi dengan baik.

Kerusakan jalan di poros Wajo – Bone. Khususnya di Cempa Desa Pallawarukka Kecamatan Pammana, Wajo sudah puluhan tahun rusak. Setiap dilakukan penimbunan selalu amblas, menyusut.

“Pihak ketiga (pelaksana, red) patut dipertimbangkan untuk tidak mendapatkan pekerjaan kedepannya atau di blacklist,” tegasnya.(rls)