Milad yang ke-37, Yayasan Hadji Kalla Gelar Khatam Al-Quran

  • Whatsapp
Milad yang ke-37, Yayasan Hadji Kalla Gelar Khatam Al-Quran

MAKASSAR, Upeks.co.id — Hari ini, tepat pada 37 tahun yang lalu; pada 24 April 1984, Yayasan Hadji Kalla berdiri sebagai lembaga penyalur zakat dari setiap perusahaan-perusahaan yang berada di bawah naungan Kalla Group.

Berdirinya Yayasan Hadji Kalla bermula dari keinginan kuat dari sosok Almarhum Bapak Hadji Kalla dan Istrinya, Ibu Hj. Athirah untuk berperan aktif dalam memajukan bangsa Indonesia melalui kegiatan-kegiatan sosial.

Bacaan Lainnya

Pada awal berdirinya, Yayasan Kalla banyak melakukan kegiatan charity berupa pemberian bantuan-bantuan langsung kepada para dhuafa yang termasuk ke dalam Aznaf (golongan penerima zakat), bantuan pembangunan mesjid, pesantren, panti asuhan dan lain-lain, khususnya yang berada di kota Makassar yang menjadi pusat kegiatan bisnis Kalla Group.

Walaupun sesungguhnya jauh sebelum Yayasan Kalla terbentuk, kegiatan charity telah dijalankan secara pribadi oleh Bapak H. Kalla dan Ibu Athirah.

Selain sebagai bentuk kapatuhan terhadap ajaran Islam, kegiatan berbagi ini telah menjadi budaya keluarga Kalla dan telah dianggap sebagai bagian dari salah satu prinsip bisnis Kalla Group “Apresiasi Pelanggan”.

Bidang lain yang menjadi perhatian para pendiri perusahaan adalah kepedulian pada bidang pendidikan.

Harapan Bapak H. Kalla dan Ibu Hj. Athirah untuk menghadirkan lembaga pendidikan yang mampu memadukan antara kecerdasan emosional spiritual dengan kecerdasan intelektual, telah mejadi dasar sekaligus tonggak berdirinya Sekolah Islam Athirah yang hingga hari ini terus berkembang dan telah hadir pada tiga lokasi berbeda: 2 lokasi berada di Kota Makassar; Jl. Kajaolaliddo, Bukit Barga Antang dan satu lokasi lainnya berada di Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.

Dalam rangka mengefektifkan pelaksanaan program kerjanya, Yayasan Hadji Kalla membentuk empat bidang Layanan: Islamic Care (Pengembangan Keislaman), Educare (pengembangan Pendidikan), Economic & Social Care (Pembinaan dan Pengembangan Ekonomi-Masyarakat) dan Humanity & Environment Care (Kepedulian terhadap isu kemanusiaan, lingkungan dan kesehatan).

Pada tahun 2013, Ibu Fatimah Kalla mulai mengembangkan program-program yang sifatnya bekelanjutan. Dari hasil pemikiran beliau, lahirlah program-program Community Development (saat ini menjadi; economic & social care) – antara lain: Desa Bangkit Sejahtera, Agro Green Care, Kesehatan dan Lingkungan.

Hal ini pulalah yang mendasari terjadinya pengembangan bidang; dari bidang community care kemudian diperluas dengan community development. Bidang pendidikan juga mengalami pengembangangan dengan hadirnya program-program beasiswa: untuk anak-anak Sulsel yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia, beasiswa skripsi, beasiswa anak karyawan, dan berbagai program pendidikan lainnya.
Pada tahun 2017, jabatan Direktur Eksekutif Yayasan Hadji Kalla dilanjutkan oleh Bapak Mohammad Zuhair hingga hari ini dan telah melahirkan berbagai program berkelanjutan yang telah membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Di antaranya; keterlibatan Yayasan Hadji Kalla dalam isu nasional penanganan stunting, pencegahan penyakit jantung dan diabetes, program pendampingan desa, hingga berbagai bantuan kemanusiaan di masa sulit karena terpaan pandemi.

Di milad yang ke 37 ini, Yayasan Hadji Kalla menggelar khatam Al-Quran bersama dengan para penerima Beasiswa Kalla dari berbagai kampus yang ada di Indonesia.

Tercatat sebanyak 200 lebih penerima Beasiswa Kalla ikut dalam acara khatam Al-Quran di rumah masing-masing dan mendoakan kebaikan untuk Yayasan Hadji Kalla serta Indonesia agar tetap kuat menahan terpaan pandemi.

Akhirnya, melalui Yayasan Hadji Kalla inilah, Kalla Group menjalankan program Corporate Social Responsibility dan menyalurkan dana zakat perusahaan-perusahaan di lingkup Kalla Group dalam bentuk program-program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat di berbagai wilayah (di desa-desa maupun Kota Makassar), bahkan tercatat beberapa program telah merambah hingga Provinsi Sultra, Sulbar dan Sulteng. Semoga di masa depan Yayasan Hadji Kalla mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi bangsa Indonesia.(rls)

Pos terkait