AKBP A Sinjaya: ”Jangan Percaya Jika Ada Penelepon Mengaku Kapolres Enrekangdan Minta Uang”

  • Whatsapp
AKBP A Sinjaya: ''Jangan Percaya Jika Ada Penelepon Mengaku Kapolres Enrekangdan Minta Uang''

ENREKANG, UPEKS.co.id–Penipuan bermodus pelaku minta transfer kembali sejumlah uang terjadi di Enrekang. Dua Lembaga sosial jadi korban, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Cece dan Panti Asuhan Al Mukhlisin, Sudu. Kedua Lembaga Sosial ini berada di Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

Ironisnya pelaku tak segan-segan mencatut nama Kapolres Enrekang AKBP Dr Andi Sinjaya, SH,S.IK,. MH.

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi,Kapolsek Alla, Iptu Sainal Masing membenarkan telah menerima laporan korban. Namun kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Enrekang, 30 Maret 2021 dan ditangani Unit Tipiter.

Ditemui terpisah, Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya, Minggu (4/4) menegaskan, masyarakat janganlah mudah percaya terhadap orang tak dikenal dan mengaku kapolres. Apalagi jika menelepon dan meminta sesuatu termasuk uang.

Penegasan itu dikemukakan saat Upeks mintai tanggapannya kapolres terkait modus penipuan yang mencatut namanya dan pelaku minta sejumlah uang pada dua yayasan di Enrekang, baru-baru ini.

”Kami imbau agar masyarakat jangan mudah percaya, apalagi kalau sampai melibatkan dan menyebut nama salah satu unsur pejabat di Enrekang. Harusnya dicek dulu kebenaranya. Jadi jangan langsung percaya begitu saja apalagi sampai memberikan sesuatu kepada pelaku” tegas Kapolres.

Terkait masalah yang melibatkan namanya, Andi Sinjaya telah memerintahkan kepada Kasat Reskrim Polres Enrekang, agar segera mengusut tuntas kasus ini.

Sebelumnya, Pimpinan Panti Asuhan Al Mukhlisin, Hj. Timah dan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Baharuddin juga meminta agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas kejadian ini.

”Kami berkeyakinan, jika polisi serius menangani kasus ini, pasti akan ditemukan pelakunya. Apalagi, seluruh bukti sebagai dasar penyelidikan sudah diberikan pada kepolisian, termasuk nomorHP dan nomor rekening pelaku”. tandas Pimpinan Panti Asuhan Al Mukhlisin, Sudu. Hj. Timah.

“Kalau uang saya, sudah tidak terlalu berharap kembali. Tapi setidaknya, ke depan tidak ada lagi korban sesudah ini. Cukup saya saja yang jadi korbannya. Semoga Yayasan yang lain tidak jadi korban lagi,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Baharuddin, salah satu Pimpinan Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Enrekang. Dia berharap kasus ini tidak lagi memakan korban lain setelah ditangani pihak Berwajib.

“Apalagi nama Pimpinan Kepolisian Resort Enrekang yang digunakan pelaku dalam menjerat korbannya. Saya berharap kasus ini segera ditangani dan semoga pelakunya segera diamankan. Saya khawatir ada korban lain jika ini tidak segera segera ditangani pihak Kepolisian”. tutup Mantan Pimpinan Baznas Enrekang ini.(Sry)

Pos terkait