Catut Nama Kapolres Enrekang, Dua Yayasan Korban Penipuan

  • Whatsapp
Catut Nama Kapolres Enrekang, Dua Yayasan Korban Penipuan

ENREKANG, UPEKS.co.id — Dua Lembaga Sosial di Kabupaten Enrekang baru-baru ini kehilangan dana jutaan rupiah akibat tertipu oleh penelpon gelap berkedok seolah-olah sebagai penyandang dana.

Dua Lembaga sosial tersebut, Panti Asuhan Al Mukhlisin, Sudu, Kecamatan Alla dan Pondok Pesentren Darul Arqam Muhammadiyah, Cece, Desa Sumillan, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

Bacaan Lainnya

Modus penipuan terhadap ke dua yayasan ini hampir sama. Pembina Panti Asuhan Al Mukhlisin Sudu, Hj. Tima (Hj. Mama Rusti) menuturkan,malam Minggu 28 Maret 2021 seseorang menghubungi dan mengaku Kapolres Enrekang.

Penelpon tersebut mengirim foto Kapolres Enrekang melalui WA Hj. Tima, sehingga Ibu ini yakin jika yang  menghubunginya benar-benar adalah Kapolres Enrekang.

“Malam Minggu sekitar jam 8 saya ditelpon, dia bilang saya Kapolres. Terus dia tanya apa kebutuhannya anak- anak disini. Jadi saya bilang kalau anak-anak disini banyak kebutuhannya. Saya yakin sekali karena ada fotonya Kapolres dia kirim ” kata Hj. Tima.

Sekitar pukul 21.00 malam itu, pelaku kembali menelfon. Dalam pembicaraan keduanya,penelpon menyampaikan jika dirinya sudah transfer uang ke rekening yayasan sebesar Rp 8,5 juta.

“Dia bilang saya sudah kirim uang. Saya minta tolong kita kirim kembali Rp 3,5 ke rekening Panti Asuhan Al Mubarakah karena santrinya sakit keras di rumah sakit Pare-Pare dan yang 5 juta untuk Panti Asuhan Al Mukhlisin,” katanya.

Malam itu juga Pembina Panti Asuhan Al Mukhlisin mentransfer uang ke rekening yang dikirim penipu sebesar Rp. 3,5 juta.

Selanjutnya, penelfon kembali menghubungi Hj. Tima malam Senin (29/3/2021). Penelpon kembali menyampaikan jika dirinya sudah transfer uang ke rekening Panti Asuhan Al Mukhlisin sebesar Rp. 3,5 juta.

“Malam Senin dia telfon lagi, katanya ada uang masuk lagi ke rekening Rp. 3,5. Dia bilang untuk Mubarakah Rp 2 juta untuk Al Mukhlisin Rp. 1,5 juta. Jadi malam itu saya transfer lagi 2 juta” tutur Hj. Mama Rusti.

Korban tidak menyadari jika dirinya tertipu, apalagi menurutnya, dia sangat gembira karena baru kali ini, ada Pejabat yang perhatikan Panti Asuhan yang dipimpinnya.

Dia baru sadar tertipu saat Pimpinan Panti Asuhan Al Mukhlisin ini memeriksa rekening Yayasan. Ternyata tidak ada uang yang masuk. Dia heran karena pelaku mengirim bukti transfer yang persis dengan nomor rekening Yayasan. Total uang yang di transfer Pimpinan Panti Asuhan Al Mukhlisin Sudu Rp 5,5 juta dalam dua kali pengiriman.

Sebelumnya hal yang sama juga terjadi di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

Pelaku memang tidak menyebutkan dirinya Kapolres, tetapi modusnya persis sama. Salah satu Pimpinan Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Cece, Baharuddin mengatakan pelaku menelpon dan menyampaikan sudah mentransfer uang Rp. 13.500.000 ke rekening Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah.

” Pelaku meminta agar uang itu di transfer kembali ke rekening Yayasan Al Amin sebesar Rp. 5,5 juta”. Kata Bahar.

Dengan adanya kejadian tersebut, selaku salah satu Pimpinan Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Cece, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Baharuddin meminta agar pihak kepolisian serius menanganinya.

“Apalagi sudah ada korban yang melapor yang dilengkapi barang bukti. Yang lebih parah, karena pelaku mencatut nama salah salah Pejabat di Enrekang. Polisi mesti usut tuntas ini masalah” kata Dosen Unimen ini.

Bahar khawatir jika tak segera diusut, akan ada lagi korban selanjutnya. Sementara itu di Enrekang begitu banyak
Yayasan seperti pondok Pesantren dan Panti Asuhan. Jika tak disikapi pelaku akan merasa aman-aman saja sehingga terus melakukan aksinya. (Sry).

Pos terkait