SELAYAR.UPEKS.co.id—Wabup Kepulauan Selayar H. Saiful Arif, S.H.hadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar warga Dusun Manari, Desa Bontoborusu Kecamatan Bontoharu, Kamis (11/3/2021) malam di Mesjid Nurul Yaqin.
Menarinya, dalam kegiatan tersebut, wabup juga sekaligus pembawa hikmah Isra’ Mi’raj. Dia mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW pada saat Isra’ Mi’raj, dan peristiwa yang dialami Nabi sesudah Isra’ Mi’raj.
Saiful Arif mengatakan, meski masih menjadi perdebatan, namun peristiwa Isra’ Mi’raj diyakini terjadi bulan Rajab. Rasulullah Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem, Palestina. Setelah itu, Nabi diperjalankan dari Masjidil Aqsa yang ada di bumi menuju langit ke tujuh, kemudian ke Sidratul Muntaha.
Isra’ Mi’raj, kata Saiful Arif merupakan peristiwa langka, yang ditempuh hanya kurang lebih sembilan jam, pasalnya Rasulullah SAW masih sempat shalat subuh di Masjidil Haram setelah kembali dari Sidratul Muntaha.
“Perjalanan Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra’ Mi’raj jangan diukur dari kemampuannya, karena pada peristiwa ini Nabi tidak berjalan sendiri, tetapi diperjalankan Allah SWT,” kata Saiful Arif yang juga dikenal sebagai mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat, Makassar itu.
Dijelaskan, pada saat Mi’raj ke Sidratul Muntaha, Nabi tidak lagi ditemani malaikat Jibril. Disini menunjukkan manusia lebih tinggi kedudukannya dari malaikat dihadapan Allah SWT. Jibril tidak sanggup untuk sampai ke Sidratul Muntaha.
“Sekali lagi, tanpa didampingi oleh malaikat Jibril, atas kekuasaanNya, Allah SWT memperjalankan Rasulullah SAW sampai ke Sidratul Muntaha,” jelasnya.
Rasulullah pun bertemu dengan Allah SWT dan diberikan perintah shalat 50 rakaat. Kemudian Rasulullah melakukan negosiasi terkait jumlah rakaat, hingga akhirnya dari peristiwa Isra Miraj itu tercetuslah perintah shalat lima waktu yang diwajibkan bagi setiap umat Islam. (Sya).




