ANEKA

Appi dan Juniar Arge Berebut Kursi Ketua Golkar Makassar, Ini Komentar Pengamat

Appi dan Juniar Arge Berebut Kursi Ketua Golkar Makassar, Ini Komentar Pengamat

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Kini tersisa dua orang akan bertarung perebutkan kepemimpinan di DPD II Golkar Makassar dalam Musyawarah Daerah (Musda) 6 Maret 2021. Yakni Munafri Arifuddin alias Appi dan Juniar Arge.

Hanya kedua figur tersebut kembalikan formulir pendaftaran. Sementara Nurhaldin, figur yang juga dijagokan, ternyata memilih tidak mengembalikan formulir. Sementara Fadil Rezky Noer Roid telat mengembalikan formulir.

Diantara dua kandidat tersebut, siapa yang lebih berpeluang menduduki tahta kepemimpinan Golkar Makassar?

Pengamat politik dari Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto berpendapat, jika Golkar, partai yang cenderung rasional dan pragmatis dalam menentukan pemimpin.

Biasanya partai tersebut memilih pemimpin bergantung pada agenda politik yang bakal dia hadapi ke depan.

“Momentum Pileg 2024 sepertinya menjadi agenda utama, terutama sebagai milestone kepemimpinan Golkar¬† Makassar,” ujarnya, Rabu (24/2/2021).

Jika merujuk pada agenda dan peluang kontestasi ke depan, bagi Luhur, Appi adalah figur yang lebih prospektif untuk menjadi Ketua Golkar Makassar.

Appi dan Juniar Arge Berebut Kursi Ketua Golkar Makassar, Ini Komentar Pengamat

Menurut Luhur, Appi punya jejaring politik dari pengalamannya berkompetisi di Pilwali Makassar. Meski demikian, Appi pastinya akan diperhadapkan pada tantangan.

Salah satu tantangan yang dihadapi CEO PSM Makassar itu adalah kemampuan Appi memperoleh diskresi ketua umum, untuk bisa lolos di tahap pencalonan dan pemilihan.

“Kalaupun Appi bisa mengambil kepemimpinan Golkar, sikap Golkar yang telah menyatakan dukungan pada kepemimpinan DP (Danny Pomanto) bisa berubah. Golkar bisa mendorong check and balances dalam hubungan Pemkot dan DPRD Makassar,” tambah Luhur.

Juniar Arge, bagi Luhur merupakan calon yang merepresentasi kekuatan kader internal Golkar. Keberadaan hak diskresi ketua secara berjenjang, membuat Juniar harus merebut dukungan dari ketua DPD 1 jika ingin berpeluang besar menjadi Ketua Golkar Makassar.

“Dengan mekanisme pemilihan ketua di Golkar, dukungan pemilih suara tidak cukup untuk memenangkan kompetisi. Forum Musda tentu bukanlah arena pemilihan yang selalu penuh nilai-nilai demokrasi,” tandas Luhur. (jir).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top