Santer, Ada Sanksi Jika Tolak Divaksin, dr. Husaini Minta Jangan Percaya Informasi Hoax

  • Whatsapp
Santer, Ada Sanksi Jika Tolak Divaksin, dr. Husaini Minta Jangan Percaya Informasi Hoax

Santer, Ada Sanksi Jika Tolak Divaksin, dr. Husaini Minta Jangan Percaya Informasi Hoax

SELAYAR.UPEKS.co.id— Pemerintah sudah membagikan dan mengirimkan vaksin virus corona ke berbagai
daerah di Indonesia. Namun, hingga Rabu (7/1/2021) vaksin Covid-19 untuk Kabupaten Kepulauan Selayar belum
tiba di daerah.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya sesuai jadwal, vaksin Covid-19 itu sudah salurkan ke daerah mulai hari ini. Untuk sementara ada  1.665 dosis vaksin untuk Selayar, tetapi masih ada di Makassar. Kita belum mengetahui mekanismenya apakah  dijemput di Makassar atau diantarkan ke Selayar,” kata anggota tim ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten  Kepulauan Selayar dr. Husaini, M. Kes.

Dokter Husaini yang juga Kadis Kesehatan mengemukakan dari 1.665 vaksin, yang menjadi skala prioritas untuk  divaksin adalah para tenaga kesehatan. Sembari menunggu juknis, namun Kadinkes menyampaikan bahwa untuk  penyuntikan pertama direncanakan adalah para pejabat-pejabat publik.

“Untuk penyuntikan pertama kita rencanakan, Bupati H. Muh. Basli Ali, Ketua DPRD, dan forkopimda, yang penting  memenuhi syarat. Saya sudah konfirmasi ke pak Basli dan beliau bersedia,” jelas dr. Husaini.

Dr. Husaini juga menyampaikan bahwa tahap kedua yang prioritas untuk divaksin adalah pelayan-pelayan publik,  seperti PMI, Polri, dan semua yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Meskipun nanti sudah divaksin, namun anggota Tim Ahli Satgas Covid-19 Selayar ini berharap agar masyarakat  tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena menurutnya vaksin hanyalah salah satu untuk pencegahan  penularan Covid-19. Vaksin itu kata dia harus seiring sejalan dengan protokol kesehatan.

Terkait dengan isu bahwa akan ada sanksi jika ada yang menolak untuk divaksin, Kadinkes meminta agar jangan  mempercayai informasi hoax. Pasalnya menyangkut sanksi kata dr. Husaini belum ada di juknis.

“Tapi sebenarnya untuk apa menolak, padahal itu vaksin diberikan agar supaya terbentuk kekebalan tubuh  terutama kebal terhadap virus Corona. Kebal dalam hal ini terbagi dua, yaitu kebal per individu karena divaksin  perorangan. Nanti lambat laun jika cakupannya sudah tinggi akan timbul kekebalan kelompok. Kalau sudah  terbentuk kekebalan kelompok Insya Allah rantai penularan Covid-19 akan terputus, dan ini yang kita harapkan,”  paparnya.

Ia mengimbau agar program pemerintah tetap didukung dan jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas  yang dapat mempengaruhi persepsi masyarakat. (Sya).

Pos terkait