ENREKANG, UPEKS.co.id — Pasca gempa di Mamuju dan Majene Sulbar (15/01/2021) berbagai pihak berusaha menyalurkan bantuan kepada korbam gempa. Tidak terkecuali Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang. Namun Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir mengatakan penyaluran bantuan hendaknya dilihat dari skala kebutuhan para korban.
Dia mengatakan, untuk saat ini yang paling dibutuhkan dilokasi bencana adalah tenaga relawan dan logistik, karena itu Baznas Enrekang yang sudah memiliki Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) akan ikut bersama seluruh BTB yang dikoordinir oleh Baznas Provinsi Sulsel.
Upacara pelepasan Tim BTB Baznas Enrekang dipimpin langsung oleh Dr. Ilham Kadir di Kantor Baznas Enrekang, setelah salat Asar, Minggu (17/1/2021).
“Sebagaimana kita ketahui telah terjadi gempa di Majene dan Mamuju, saudara-saudara kita disana sangat membutuhkan bantuan kita, tentu ini merupakan kewajiban fardhu kifayah buat kita. Kami harap, BTB Enrekang bisa optimal bekerja di sana,” kata Ilham Kadir di hadapan Tim BTB.
Selanjutnya ia menyampaikan terkait tugas utama Tim BTB Baznas Enrekang.
“Tugas utama, selain membantu mengevakuasi korban bencana adalah melakukan asesment. Atau pemetaan kebutuhan masyarakat yang terkena atau terdampak gempa, lalu melaporkan kepada Baznas Enrekang. Dari sini baru kami koordinasi dengan Pemda dan BNPB untuk segera terjun ke Sulbar membawa bantuan,” tegas Dosen UNIMEN ini.
Ada pun jumlah personil Tim BTB Enrekang, terdiri dari 4 laki-laki dan 1 perempuan.
“Dengan membaca, Bismillahirrahmanirrahim, atas nama Pimpinan Baznas Enrekang dengan ini, melepaskan Tim BTB Enrekang untuk berangkat ke Sulselbar, semoga sampai tujuan dengan selamat, membantu para korban, dan kembali ke sini dengan selamat!”, Harapnya. (Sry)

