Bangkitkan Pariwisata, Pelaku Ekonomi Kreatif Perlu Sertifikasi CHSE

Bangkitkan Pariwisata, Pelaku Ekonomi Kreatif Perlu Sertifikasi CHSE

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggalakkan  program sertifikasi Cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru.

Kepala Bagian Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan dan Umum, Politeknik Pariwisata Negeri Makassar, Ali  Muhtasom menjelaskan, sebagai perpanjangan tangan Kemenparekraf di Makassar, pihaknya mendorong para pelaku ekonomi kreatif di Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendaftar sertifikasi CHSE.

Bacaan Lainnya

“Sekarang sudah ada sertifikasi CHSE pada semua bidang usaha yang terlibat dalam industri pariwisata. Mulai  dari transportasi, akomodasi, makan dan minum, termasuk masyarakat yang terlibat langsung dalam ekonomi  kreatif perlu di sertifikasi,” kata Ali Muhtasom, dalam diskusi terbatas Harian Ujungpandang Ekspres, Kamis  (21/1/2021).

Dijelaskan, sertifikasi CHSE itu berkaitan dengan Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, Keramahan Lingkungan  atau 4K. Hal inilah, kata dia, yang sekarang sedang digalakkan sebagai salah satu inovasi membangkitkan sektor  pariwisata, yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kami tidak mau, pariwisata menjadi klaster baru dalam memerangi Covid-19. Justru kami ingin, pariwisata menjadi
salah satu opsi pengobatan Covid-19. Kami mau menghadirkan wisata yang bisa menjamin orang aman wabah  Covid-19. Jaminan itu ada dalam sertifikasi CHSE,” urainya.

Menurutnya, untuk mendapatkan sertifikasi CHSE, terdapat sejumlah item yang menjadi indikator penilaian,  utamanya yang terkait penerapan protokol kesehatan.

“Kami di Makassar memiliki beberapa tugas, salah satunya
memperbanyak asesor yang akan mengaudit banyak akomodasi, transportasi, restoran dan lainnya. Jadi semua  yang mau di sertifikasi bisa mendaftar secara online, mumpung ini gratis,” katanya.

Sebelumnya, Deputi Sumberdaya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI  (Kemenparekraf) Wisnu Bawa Taruna menyampaikan, sertifikasi CHSE menjadi strategi menghadapi masa  adaptasi kebiasaan baru di sektor parekraf.

Menurutnya, para pemilik atau pengelola usaha pariwisata dan destinasi pariwisata di seluruh Indonesia didorong  untuk ikut bersertifikasi, dengan mendaftar di alamat resmi chse.kemenparekraf.go.id.

Sementara, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi  Kreatif Rizki Handayani menegaskan, objek wisata yang sudah mengantongi sertifikat CHSE, akan mendapat  prioritas rekomendasi dan promosi.

Kemenparekraf sendiri menggandeng PT Sucofindo sebagai lembaga sertifikasi. Setelah dinyatakan memenuhi  syarat, objek wisata tertentu akan mendapatkan stiker barcode dan akan masuk data base Kemenparekraf. (eky)

Pos terkait